8 Dosa besar terhadap orang lain dalam islam

8 Dosa besar terhadap orang lain dalam islam

8 Dosa besar terhadap orang lain dalam islam

8 Dosa besar terhadap orang lain dalam islam
8 Dosa besar terhadap orang lain dalam islam

Dosa besar adalah dosa yang mengandung ancaman yang lebih berat bahkan apabila tidak bertobat akan dimasukkan kedalam neraka selama-lamanya.

Dalam kehidupan masyarakat kita sering mendengar [email protected] dan tindakan asusila dan lian sebagainya kepada seseorang, tindakan tersebut merupakan perbuatan maksiat yang melanggar perintah allah swt.

Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang 8 dosa besar terhadap orang lain dalam islam, apa saja itu? Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.

8 dosa besar terhadap orang lain dalam islam

Yang termasuk dari dosa besar terhadap orang lain diantarnya : durhaka terhadap orang tua, bersaksi palsu, membunuh, memfitnah, sihir . mencuri dan merampok, riba memakan harta anak yatim, dan tindakan asusila.

Untuk lebih jelasnya tentang masing-masing 8 dosa besar terhadap orang lain, simak ulasan berikut ini.

Durhaka terhadap orang tua

Orang yang durhaka terhadap orang tua adalah dosa besar. Perbuatan yang termasuk di dalamnya antara lain:

Membentak, menghardik, berkata tidak sopan. Atau menyakiti hati dan perasaan orang tua.

Islam memerintahkan agar seseorang anak berkata sopan dan lemah terhadap orang tuanya.

QS. Al-isra (7) : 23

“maka sakli-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jaganlah kamu membentak mereka dan ucapakanlah kepada mereka perkataan yang mulia”

Bersaksi palsu

Pengertian menurut bahasa, kata saksi atau syahadah di ambil dari kata musyhadah yang berarti melihat dangan mata kepala.

Pengertian saksi menurut istilah adalah pemberitahuan seseorang tentang apa yang diketahui dengan lafal “aku menyaksikan” atau “aku telah menyaksikan” (asuhadu atau ayahidtu).

Tidak halal bagi seseorang untuk bersaksi, tetapi apabila ia benar-benar mengetahuinya. Sayid sabiq dalam kitabnya fiqih sunah menjelaskan hukum kesaksian fardhu ain bagi orang yang memikulnya bila ia dipanggil untuk itu dan dikhawatirkan kebenarannya akan hilang.

Artikel terkait lainnya : Khotbah nikah pengiring doa perkawinan

Orang yang menyaksikan kebenaran atau suatu peritiwa tidak boleh menyembunyikan kesaksiannya atau menjadi saksi palsu yaitu bersaksi tidak sesuai dengan kejadian perkaranya (faktanya)

Membunuh

Membunuh adalah menghilangkan nyawa manusia, sedangkan yang berhak atas nyawa manusia hanyalah allah.swt. orang yang kehilangan sanak saudaranya karena dibunuh akan merasa sakit hati dan kecewa. Apalagi anggota keluarga yang menjadi tumpuan hidup keluarganya. Jika hal ini terjadi betapa menderitanya keluarga orang yang ditinggalkan. Orang membunuh termasuk golongan orang yang nantinya masuk neraka.

Hal-hal yang harus dilakukan umat muslim untuk menghindari perbuatan ini adalah :

Setiap muslim untuk dapat bersikap pemaaf dan juga menerima jika ada perilaku yang menyakiti kita
Menghindari minum-minuman keras dan [email protected] yang menimbulkan sikap emosional
Mengkontrol hawa nafsu secara baik-baik terutama ketika emosi
Jika hati merasa emosi mendekatkan diri kepada allah swt. Dengan shalat maupun membaca al-qur’an
Di akherat kelak, membunuh merupakan perkara pertama yang akan di adili oleh allah, hal ini seperti sabda nabi muhammad saw.

“perbuatan yang pertama kali di hisab allah di akhirat adalah salat. Sedangkan perkara mula-mula yang di adili antara sesama manusia ialah pertumpahan darah”

Memfitnah

Fitnah adalah perbuatan dosa yang besar, jadi semua umat muslim wajib menghindarinya. Fitnah adalah perbuatan menyebar sesuatu pernyataan yang tidak benar dari suatu keburukan yang dimiliki oleh orang lain.

Perbuatan fitanah ini akan membawa rasa malu bagi orang yang difitnah tersebut.Hukuman bagi orang yang suka memfitnah sangat berat, mereka akan terus dihapus pahalanya sebelum orang yang di fitnah memaafkannya.

Disamping itu allah juga akan melaknatnya dan memasukkanya ke neraka . Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.

Sihir

Pengertian sihir menurut arti bahasa adalah mengalihlan. Menurut ibnu faris dalam kitan al-misbah al-munir . sihir adalah memperlihatkan kebatilan dalan bentuk hk (kebenaran).

Diantra akibat sihir ada yang menyebabkan sakit, membunuh tidak berdaya, rasa cinta tanpa melalui kesadaran dan sebagainya. Para ulama sepakat sihir termasuk dosa besar yang harus dihindari atau dijauhi

Mencuri atau merampok

Mencuri adalah mengambil harta orang lain degan jalan sembunyi-bunyi atau diam-diam. Mencuri merupakan dosa besar dan wajib dihukum, yaitu dengan cara dipotong tangannya.

Merampok adalah perbuatan merampas harta orang lain yang kadan disertai kekerasa, ancaman dan bahkan pembunuhan.

Perbuatan tersebut sangat menggelisahkan masyarakat. Maka perbuatan tersebut hukumnya dosa besar dan haram, yang wajib dijauhi oleh setiap individu.

Riba dan memakan harta anak yatim

Memakan harta anak yatim hukumnya haram dan temasuk dosa besar. Banyak ayat- al-qur’an yang menjaskan tentang membantu, mengasuh, dan mendidik anak ya tim. Apabila anak yatim dianiaya, termasuk memakan hartanya maka dosa besar bagi orang yang melakukanya.

Asusila

Asusila adalah perbuatan yang menyimpang dari norma-nirma atau kaidah kesopanan yang saat ini cendrung banyak terjadi di kalangan masyarakat, terutama remaja islam dengan al-qur’an dan sudah telah memasang bingkai bagi kehidupan manusia agar menajadi indah dan bersih dari kerusakan moralitas.

Zina adalah melakukan hubungan seksual yang diharmakan yang dilakukan oleh dua orang yang bukan suami istri. Zina termasuk dosa besar dn umat islam wajib menjauhinya.

Ada beberapa faktor pemicu munculnya perilaku asusila dalam masyarakat , yaitu :

Faktor lingkungan atau masyarakat
Kekurangan keteladanan yang diberikan oleh pihak yang seharusnya bisa menjadi contoh teladan.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html