ABU JANDAL DALAM PERJANJIAN HUDAIBIYAH

ABU JANDAL DALAM PERJANJIAN HUDAIBIYAH

ABU JANDAL DALAM PERJANJIAN HUDAIBIYAH

ABU JANDAL DALAM PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Rombongan yang terdiri atas 1.400 orang

itu pun berekspresi sangat muram. Sebagian diantaranya bahkan dengan hati yang sedang gusar. Banyak di antara mereka menghitung apa yang sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Saat melakukan perjanjian Hudaibiyah dengan Suhail pun, Nabi Muhammad SAW kerap mengalah.

Rasulullah SAW bersedia mengganti kalimat-kalimat bismillahirrahmanirrahim dengan bismika allahumma sesuai permintaan dari Suhail. Nabi Muhammad SAW pun mau untuk mengganti namanya Muhammad Rasulullah dengan nama Muhammad bin Abdullah setelah diprotes oleh Suhail yang memang tidak mengakui dari kenabian Muhammad SAW.

Peristiwa Abu Jandal ini pun seakan mengukuhkan kembali semua pertanyaan mereka. Poin-poin dari perjanjian Hudaibiyah yang menyebutkan golongan Quraisy yang bertentangan kepada Nabi Muhammad harus dikembalikan. Sementara dari kaum Muslimin yang hendak berpihak kepada Makkah, tidak perlu dikembalikan dinilai hal ini tak seimbang.

Sampai-sampai sahabat Rasul, yakni Umar bin Khattab bertanya kepada Abu Bakar: tentang kenapa pada akhirnya kaum muslimin mau direndahkan dalam hal agama Islam. Abu Bakar pun kemudian menjawab dan menyuruh Umar duduk saja di tempat. Abu Bakar pun bersaksi bahwa dia (Nabi Muhammad SAW) adalah Rasulullah.

Setelah keadaan mulai tenang, Nabi SAW berdiri dan menyembelih hewan kurbannya. Ia pun akhirnya duduk kembali. Rambut kepalanya di cukur sebagai tanda umrah sudah di mulai. Hatinya merasa tenteram. Rombongan lantas mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sebagian ada yang bercukur, dan kemudian lainnya memangkas rambut.


Sumber: https://mansionpromo.co.id/feist-apk/