Adab Terhadap Sesama

Adab Terhadap Sesama

Allah ta’ala berfirman :

âäHxÅzF{$# ¥‹Í´tBöqtƒ óOßgàÒ÷èt/ CÙ÷èt7Ï9 <r߉tã žwÎ) šúüÉ)­FßJø9$# ÇÏÐÈ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” ( Az-Zukhruf : 67 )

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “seseorang itu sesuai agama teman dekatnya, maka hendaknya dia melihat kepada siapakah dia berteman dekat”.

Di antara adab-adab pergaulan bersama sesama saudara Muslim :

  1. Memilih Teman Bergaul Dan Teman Duduk

Telah dikemukakan sebelumnya hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu secara mar’fu’ : “Seseorang itu sesuai agama teman dekatnya maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat bersama siapakah dia berteman”

Sabda Nabi : “Dan janganlah seseorang memakan makananmu kecuali seorang yang bertakwa”. Al-Khaththabi berkata : “Larangan ini berlaku pada makanan undangan bukan makanan hajat/kebutuhan, yang demikian itu karena Allah subhanahu berfirman :

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.( Al-Insan : 8 )

Dan teman dekat dan teman duduk yang jelek akhlaknya memberikan bahaya yang nyata dan tidak diapat dihindari bagaimana pun cara menjaganya, berdasarkan nash dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Musa Al-Asyari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Pemisalan teman duduk yang shalih dan yang jelek akhlaknya bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi dia dapat memberimu minyak wangi atau kamu membeli darinya minyak wangi atau kamu mendapatkan bau yang wangi, adapun pandai besi, dia dapat membakar pakaianmu atau kamu mendapat bau yang tidak sedap darinya”.

  1. Mencintai Karena Allah

Kedudukan Persaudaraan yang paling agung adalah ketika hal itu karena Allah dan untuk Allah, tidak untuk mendapatkan kedudukan, atau mendapatkan manfaat yang segera atau yang akan datang, tidak karena mendapatkan materi, atau selainnya. Dan barang siapa kecintaannya kepada temannya karena Allah dan persaudaraannya karena Allah sungguh dia telah mencapai puncak tujuan, dan agar seseorang itu berhati-hati jangan sampai kecintaannya tersebut terselip kepentingan-kepentingan duniawi yang akan mengotori dan menyebabkan kerusakan persaudaraan.

Dan barang siapa kecintaannya karena Allah maka hendaknya dia bergembira dengan janji Allah dan keselamatan dari kedahsyaran hari dimana seluruh makhluk dikumpulkan pada hari kiamat. Dan dia akan dimasukkan dibawah naungan Arsy Dzat yang Maha perkasa Jalla Jalaluhu. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, pada hari ini Aku akan menaungi mereka di dalam naunganku di hari tidak ada naungan selain naungan-Ku”.

  1. Menampakkan Senyum, Bersikap Lembut dan Kasih Sayang Kepada Sesama Saudara Seiman

Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, beliau berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku : “Janganlah seseorang itu meremehkan perbuatan ma’ruf sedikitpun, walaupun dia menjumpai saudaranya dengan wajah yang berseri-seri”.

Sikap lemah lembut dan ramah dan kasih sayang diantara hal-hal yang menguatkan ikatan diantara saudara, dan memperdalam hubungan diantara mereka. Dimana “Allah mencintai lemah lembut di dalam segala urusan”. Dan Allah subhanahu: “Maha lembut mencintai kelembutan dan memberikan kepada orang yang lembut apa yang tidak dia berikan kepada orang yang kasar dan apa yang tidak dia berikan kepada selain orang yang lembut”.

Dan selama hal itu demikan adanya, maka saudara-saudara seiman lebih pantas dan lebih utama agar sebagian mereka berprilaku lemah lembut kepada sebagian lainnya, dan agar sebagian mereka ramah kepada sebagian lainnya.

baca juga :