ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ILMU ADMINISTRASI

ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ILMU ADMINISTRASI

ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ILMU ADMINISTRASI

ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ILMU ADMINISTRASI

Salah satu paradigma dalam administrasi Negara yaitu

administrasi Negara sebagai ilmu administrasi, ini diungkapkan pada tahun 1956-1970. Administrasi di dalam Negara tidak memiliki identitas serta keunikan dalam membatasi beberapa konsep yang lebih besar, ini merupakan suatu kebenaran mengenai administrasi di Negara.

Walaupun tidak terdapat prinsip-prinsip yang universal dalam ilmu administrasi, James D Thomson dalam Organization in Action th 1967 memberikan alasan kuat untuk memilih ilmu administrasi sebagai paradigma administrasi niaga. Ini berarti semua organisasi serta metodologi manajerial pada dasarnya mempunyai pola tersendiri, karakteristik tertentu, serta kelemahan-kelemahan yang beragam.

Prinsip terkait management yang pernah terkenal dikembangkan secara ilmiah dan mendalam dalam paradigma ini. Akan tetapi tetap pada fokus yaitu pelaku organisasi, analisis manajemen, serta yang lainnya. keseluruhan fokus tersebut tidak hanya di posisikan dalam ekonomi, akan tetapi juga di fokuskan dalam administrasi Negara, sehingga lokusnya kurang jelas.

Terkait dengan masalah-masalah kenegaraan, pemerintah serta politik, sehubungan dengan semakin meningkatnya segi saling keterkaitan dalam teknologi. Kebingungan terhadap istilah Negara dalam bidang administrasi Negara memang dapat dimengerti karena organisasi managerial semakin banyak.

Kata Negara dalam administrasi Negara tidak dapat diartikan dalam makna institusi, akan tetapi dapat diartikan sebagai makna filosofis, etika, dan normatif, mengenai hal tersebut pula para ahli administrasi ini mulai dapat menerima kata Negara dalam administrasi ini. Dengan kata lain bahwa kata Negara memiliki arti segala sesuatu yang memengaruhi kepentingan umum.

Untuk meredam permasalahan lokus, paradigma ilmu administrasi Negara tidak memiliki peran apapun. Hal demikian tercermin dalam ketegangan diantara Negara dan swasta, kepentingan umum serta motif keuntungan. Ilmu administrasi Negara ternyata dapat diterapkan dalam keperluan apapun termasuk apa saja yang paling immoral sekalipun.

Konsep terkait penerapan serta penentuan dalam kepentingan umum memberikan tonggak pembatas antara administrasi di dalam Negara dengan sebuah lokus untuk bidang studi ini, namun hal tersebut tidak akan banyak. Ini berarti apabila setiap perhatian dalam setiap konteks ilmu administrasi, misalnya fokus teori organisasi ataupun teori management akan lebih condong pada ilmu politik.

Para ahli mulai berfikir secara filosofis terkait pengertian yang sesungguhnya pada kata Negara dari administrasi di dalam Negara, hal ini disebabkan oleh paradigma administrasi di dalam Negara sebagai ilmu administrasi menyingkirkan banyak pertimbangan nilai kecuali pada nilai efisiensi ekonomi.


Sumber: https://www.col-sea.com/the-bfg-game-apk/