Cara Budidaya Dan Ternak Cacing Sutra

Cara Budidaya Dan Ternak Cacing Sutra

Cara Budidaya Dan Ternak Cacing Sutra

Cara Budidaya Dan Ternak Cacing Sutra
Cara Budidaya Dan Ternak Cacing Sutra

Persiapan kolam budidaya cacing sutra

Persiapkan kolam sesuai dengan luas area yang ada. Untuk ideal sebaiknya 1 m x 2 m. Setiap kolam harus mempunyai banyak endapan lumpur halus dan dilengkapi dengan saluran masuk dan keluar air. Setiap kubangan lumpur dibuat petakan kecil ukuran 20 cm x 20 cm tinggi 10 cm.

Lahan diberi dedak halus dan pupuk kandang sudah dijemur selama 6 jam. Siapkan juga bakteri EM4 untuk fermentasi pupuk kandang. Fermentasi penting berguna untuk menaikkan kandungan N-organik dan C-organik dua kali lipat. Hasil fermentasi yang telah bercampur lumpur akan menjadi pakan cacing. Selama fermentasi lahan direndam air setinggi 5 cm selama empat hari.

Lalu bagian atas endapan air dibuang atau diturunkan mencapai 5 cm – 10 cm dari permukaan lumpur.

Lumpur diratakan dengan serok kayu dan biarkan selama beberapa hari hingga lumpur halus dalam kolam banyak. Jaga kolam terhindar dari pemangsa dan hama cacing.

Setelah kolam siap, alirkan air dengan debit 2 – 5 liter / detik.

Persiapan Bibit cacing sutra

Taburkan induk cacing sutra 2 – 3 liter ke dalam kolam. Bibit cacing dapat dibeli di peternak atau beli di pasar.

Selain endapan lumpur cacing sutra juga diberi makanan setiap hari, dapat diberikan ampas tahu atau kotoran ayam.

Untuk menjaga hama cacing juga harus jauh dari anak kodok suka memakan cacing

Persiapan Media Tumbuh

Budidaya cacing sutra dengan media nampan sebetulnya sudah bukan hal baru,mengingat cara ini sudah dilakukan semenjak awal tahun 2013, namun baru populer di masa sekarang. Budidaya ini menggunakan sistem SCRS (Semi Closed Resirculating System). Sistem ini meruapakan metode pengolahan dan penggunaan kembali air yang dipakai pada proses budidaya cacing sutra. Pengisian air baru dilakukan ketika air dalam nampan mengalami penyusutan akibat penguapan atau evaporasi.

Budidaya cacing sutra menggunakan nampan memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

1. Lebih hemat dalam pemakaian air

Air yang telah melalui susunan media pada media nampan ditampung pada wadah yang ada di bagian bawah rak dan selanjutnya dialirkan kembali ke media nampan yang paling atas dengan memakai pompa air atau dab.

2. Menghemat dalam Pemakaian Probiotik dan jenis Obat-obatan yang lain.

Probiotik dan obat-obatan yang telah dicampurkan pada media tumbuh atau substrat budidaya cacing sutra yang ikut kebawa arus air tidak langsung terbuang dengan percuma ke perairan luar. Probiotik yang ikut tertampung di suatu wadah bagian bawah wadah rak bersama air dapat dipakai kembali dengan cara mengalirkan ke media yang terletak di paling atas dengan bantuan pompa air atau dab.

3. Tidak membutuhkan lahan yang luas, karena hanya menggunakan nampan yang tersusun secara vertikal. Anda pun dapat melakukannya sendiri di rumah, cukup simpel dan praktis dibanding jenis budidaya yang lain.

Agar kapasitas produksi cacing sutra menggunakan nampan bisa maksimal, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal sebagai berikut,

1. Pilihlah nampan yang awet dan tahan pecah, sehingga bibit yang sudah ada di media tidak harus mengulang sedari awal budidaya yang pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 50 – 57 hari mulai dari proses awal hingga sampai panen.

2. Gunakan material rangka penyangga nampan yang kuat, yang tahan terhadap cuaca untuk mencegah rapuh atau roboh.

3. Aturlah jumlah nampan sebanyak mungkin, dengan tetap mempertimbangkan kekuatan rangka

4. Semakin banyak rak susunan nampan, tentunya semakin tinggi jumlah produksi cacing sutra.

Media tumbuh bisa dilakukan dengan membuat kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Setiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm. Atau wadah budidaya dapat dibuat dari bahan terpal.

Pemupukan

(Mulai dari proses pemupukan hingga panen, kami menjelaskan budidaya cacing sutra menggunakan media terpal. bagi Anda yang ingin berbudidaya menggunakan media nampan bisa menyesuaikan berdasarkan jumlah dan ukuran nampan)

Sama seperti pada budidaya lainnya agar pertumbuhan cacing ini baik dan normal perlu dilakukan pemupukan. caranya yaitu Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ m2 untuk sumber makanan cacing. Cacing sutra sangat menyukai bahan organik sebagai bahan makanannya.
Cara pembuatan pupuk :

Cara yang dilakukan dalam pembuatannya yaitu kita Siapkan kotoran ayam, lalu kotoran tersebut dijemur sekitar 6 jam tujuannya yaitu agar kotoran tersebut itu kering sehingga gas beracun yang ada dalam kotoran yang mungkin berbahaya itu dapat lenyap dan hilang karena menguap.
Sebaiknya Siapkan bakteri EM4 atau fermentor lainnya untuk fermentasi kotoran ayam tersebut. Fermentor ini dapat anda beli dan banyak terdapat di toko Saprodi pertanian, perikanan, dan peternakan.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/8-cara-langkah-budidaya-ikan-cupang-dengan-hasil-memuaskan/

Lalu Aktifkan bakterinya yaitu dengan cara menambahkan ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300 ml air setelah itu didiamkan sejenak sekitar kurang lebih 2 jam.
Campur cairan itu ke 10 kg kotoran ayam yang sudah di jemur tadi, aduk hingga rata.
Selanjutnya masukkan ke wadah yang tertutup rapat selama 5 hari maksudnya agar kotoran ayam dapat terfermentasi secara baik dan hasilnya sempurna.

Lakukan Fermentasi

Fermentasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menaikkan kandungan unsur N-organik dan C-organik hingga 2 kali lipat. Caranya adalah lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.

Proses Penebaran Bibit

Supaya hasilnya bagus bibit cacing sutera ini ditebarkan secara merata. Diusahakan selama proses budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter/detik (arus lamban)