Cara Budidaya Panili

Cara Budidaya Panili

Cara Budidaya Panili

 

Cara Budidaya Panili

 

PROSPEK & POTENSI PANILI

Panili di Indonesia memiliki kadar vanillin yanglebih tinggi dibandingkan dengan panili yang ditanam di negara-negara lain yang hall ini disebabkan karena iklim di Indonesia sangat kondusif. Kadar vanillin panili Indonesia adalah 2,75%, sedangkan Mexiko hanya 1,50%, Madagaskar 1,91%, Ceilon 1,49% dan Tahiti 1,50-2,02%.

MANFAAT & KEGUNAAN PANILI

Panili mempunyai beragam dan aneka manfaat untuk keperluan. Pada umumnya Panili dapat dipergunakan sebagai bahan pengharum makanan seperti ice cream, coklat, produksi obat-obatan dan lain-lain. Buah panili mengandung vanillin yang kemudiandiolah agar dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam beberapa olahan pangan dan obat.

SEKILAS BUDIDAYA PANILI

Panili dipanen saat usia 8 bulan setelah penyerbukan. Ciri umum yang nampak pada panili yang sudah waktunya dipanen adalah tandan berwarna hijau pudar dan warna pada ujung polong sudah mulai tampak menguning. Pemanenan panili sebaiknya menggunakan gunting pangkas.

Apabila panili dipanen muda maka setelah dilakukan pengolahan akan didapatkan aroma yang kurang tajam. Sedangkan panili yang dipanen terlalu tua biasanya buah akan pecah dan kualitasnya menurun. Untuk memaximalkan pendapatan sebaiknya panili dijual dalam keadaan kering. Vanili kering memiliki harga yang sangat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan panili basah.

Pemanenan panili harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati karena kualitas polong sangat mempengaruhi harga jual.Untuk mendapatkan panili yang berkualitas tinggi sebaiknya pemanenan dilakukan secara bertahap dan dipilih tandan-tandan yang sudah tua. Pemetikan bertahap bisa berlangsung hingga 2, 5 bulan.

Untuk mendapatkan satu kilogram panili kering diperlukan rata-rata 7 s/d 8 kilogram panili basah. Perbandingan berat ini dipengaruhi oleh masa panen yang dilakukan, semakin tua waktu pemanenannya maka untuk mendapatkan panili kering dibutuhkan panili basah yang jumlahnya lebih sedikit.

Untuk menghentikan aktivitas pertumbuhan dan memacu enzim pembentuk vanillin maka dilakukan pencelupan selama 3 menit pada air yang bersuhu 63 derajat Celcius. Lama pencelupan tergantung dari ketebalan dan kepadatan buah. Pencelupan tidak boleh terlalu lama karena akan melembekkan serat yang otomatis akan menurunkan kualitas.

Setelah dicelupkan polong vanili ditiriskan sebentar kemudian diperam dalam kotak kayu / Styrofoam selama dua hari dgn suhu berkisar 38 – 40 derajat Celcius. Didalam kotak diberikan kain tebal yang selanjutnya diatas polong ditutup dengan karung goni agar panas dalam kotak stabil.

Setelah pemeraman kemudian dilakukan proses penjemuran dibawah sinar matahari dgn meletakkan panili diatas kawat kasa yang telah dilapisi kain hitam selama 2 s/d 3 minggu. Tujuannya menurunkan kadar air hingga kisaran angka 40%. Penjemuran dilakukan pagi hari dari jam 08.00 – 10.00 dan sore hari jam 14.00 – 16.00. Penjemuran dihentikan setelah timbul keriput yang banyak dan jelas pada polong vanili.

Untuk mendapatkan aroma yang lebih tajam, panili dikeringanginkan diruangan bersuhu 29 derajat Celcius selama 3 hari. Polong diletakkan diatas triplek dan disusun rapi. Apabila dalam proses ini terdapat polong yang terkena jamur maka harus dicuci dgn air panas / dingin dan dijemur kembali. Pengeringan selesai apabila polong sudah berwarna coklat kemerahan hingga kehitaman.

Proses paling akhir polong panili yang sudah kering dimasukkan kedalam box triplek dan ditekan-tekan agar tidak ada udara diantara polong. Setelah penuh kemudian dilapisi bagian atasnya dengan kertas minyak lalu ditutup rapat dan simpan ditempat kering. Setelah 3 bulan polong siap dijual.

KRITERIA PASOKAN PANILI

Panili permintaan pasar lokal ataupun exportir disortasi dengan dibedakan berdasarkan panjang, kematangan dan ketebalan. Pengelompokan grade berdasarkan panjang buah. Kelompok I panjang buah dibawah : 10 cm, kelompok II : 10 – 12 cm, kelompok III : 13 -14 cm, kelompok IV : 15 – 16 cm, Kelompok V : 17-18 cm, kelompok VI : 19-20 cm dan kelompok VII panjang buah diatas 20 cm. Semakin panjang dan semakin besar panili makin baik mutu dan kualitasnya.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/