Cara Ternak Murai Batu Medan

murai medan

Cara Ternak Murai Batu Medan

murai medan

Cara Ternak Murai Batu Medan lumayan banyak diulas di dunia maya dan Burung Murai Batu dikenal dengan kicauannya yang indah, ekor yang menjuntai panjang serta salah satu burung yang cerdas, Murai batu bisa dengan mudah menirukan suara burung lainnya, maka dari itu, makin hari semakin banyak peminat burung yang satu ini. tidak heran permintaan Murai batu semakin banyak setiap hari, hal tersebut tidak diimbangi dengan penangkapan yang berazaskan konservasi, sehingga saat ini, kita kesulitan untuk menemukan Mura Batu di alamnya, dahulu, banyak Murai Batu yang didatangkan dari Pasaman, Bohorok, Sibolga dll di Sumatera Utara untuk dikumpulkan di medan (akhirnya di beri lebel Murai batu Medan) yang selanjutnya dikirim ke Jawa, namun dengan menipisnya Murai Batu di daerah tersebut, atau bahkan ada beberapa jenis yang katanya sudah punah, setelah itu Murai Batu mulai didatangkan dari Aceh, maka sekarang yg di namakan dengan Murai batu Medan sebenarnya berasal dari Aceh. Menurut penuturan seorang sahabat dalam 2 tahun ini, populasi Murai Batu Aceh juga menurun tajam, hal tersebut bisa dlihat dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dan juga sulitnya mencari Murai Batu di Aceh, meski itu langsung ke pemikat. Maka dari itu, tentunya kita tidak mau Murai Batu Aceh juga punah seperti Murai batu dari daerah lain.

Ciri-ciri Pembeda MB Jantan dan Betina :

MB JANTAN

  • Tubuh besar
  • Warna bulu tegas hitam pekat pada kepala dan punggung serta merah tua atau kecoklatan
  • Ekor yang panjang lebih dari 17 cm
  • Memiliki variasi suara yang banyak serta volume yang keras. Biasanya jika kualitas bagus akan menantang jika bertemu dengan MB lain serta burung type fighter seperti Pentet/Cendet dan Tledekan

 MB BETINA

  • Tubuh kecil
  • Warna bulu pudar dan tidak setajam MB jantan dan terkadang sangat pudar meskipun ada beberapa yang sangat mirip dengan jantan
  • Ekor lebih pendek dari Mb jantan panjang kira kira 10 s.d 15 cm, meskipun ada beberapa yg lebih panjang
  • Suara kecil dan tpis, kadang hanya monoton atau ngeban ngeban
  • apabila betian sudah siap kawin, apabila didekatkan dengan jantan maka akan ngeper

Tanda Umum Burung Murai Batu Siap Ternak atau di Budidaya ( Tangkar ) :

  • kita bisa mengetahui MB tersebut siap jodoh jka sudah sangat gacor atau lebih Gacor dari biasanya dan untuk Mb betina biasanya jika didekatkan dengan MB jantan maka akan sedikit nambak dan neriwik disertai dengan ngeper.
  • terkadang Murai Batu yang merasa cocok dengan pasangannya akan saling menyahut apabila salah satu berkicau.
  • Saat birahi memucak, pajantan agan sangat gacor sambil mengeluarkan suara ngerol seperti air mancur, atau istilahnya airmancuran sampai nunduk nunduk…, jika sudah seperti ini, bisanya tidak akan lama lagi kedua indukan akan kawin.
  • Indukan betina akan mengangkut bahan sarang dan saat birahi memuncak, betina akan sangat nggeget ( menggigit bahan sarang atau leler dengan pangkal paruh, bukan dengan ujung paruhnya) jika ini sudah terjadi, aka tidak akan lama lagi akan segera bertelur.

 

Persiapan Kandang Ternak Murai Batu :

Untuk kandang penangkaran, kita bisa membuat dengan ukuran Panjang x Lebar x tinggi = 2m x 1,5m x 2m, namun semua tergantung dari ketersediaan lahan, ditempat www.ternakgresik.blogspot.com luas lahan ada besar dan kecil tergantung keadaan, yang penting kandang dapat membuat Pasangan Mb merasa nyaman dan betah. Kandang harus aman dari binatang predator seperti kucig atau tikus, untuk itu, hindarkan membuat kandang pada tempat tempat yg sering dilalui binatang tersebut atau bisa juga menutup jalan yg dilalui binatang pemangsa tersebut dan sebisa mugkin indukan MB tidak melihat lalu lalang binatang binatang tersebut. Dinding kandang bagian sekeliling terutama depan bisa ditutup minimal 1 s.d 1,5m dari bawah untuk mencegah hal tersebut, dan jika kita memiliki beberapa pasang indukan, kita harus bisa menutup sekat pemisah serapat mungkin, karena sedikit celah yang meungkinkan kedua pasang saling lihat, maka kedua pasangan induk bisa saling bertengkar dan tidak fokus untuk melakukan reproduksi.

Bahan sarang

Bahan sarang bisa berasal dari rumput kering, daun pinus, dan juga bisa dari sabut kelapa atau ijuk, kita biarkan saja indukan yang memilih bahan sarang, kita tidak perlu membuatkannya karena indukan akan membuat sendiri sarangnya, kita hanya menyebar dilantai kandang dan betina jika sudah siap telur akan mengangkat dan mulai membuat sarang, dapat pla sebagai pancingan kita masukkan beberapa bahan pasa kotak sarang dan membiarkan indukan yang menatanya. namun untuk bahan sarang lebih baik berikan bahan yang mudah di tata dan juga halus seperti daun pinus.

Tips dalam pelepasan ke kandang penangkaran

  • usahakan melepas induk betina terlebih dahulu untuk proses adaptasi
  • lepas jantan 10 atau 15 menit kemudian, selalu pantau kedua indukan
  • lepas kedua induk menjelang senja, jadi mereka jika belum begitu jodoh tidak berkelahi.

Untuk mendongkrak birahi, kita bisa memberikan EF pada indukan, namun tidak semua pasangan MB akan birahi dengan satu jenis EF, tergantung dari karakter MB itu sendiri, ada Mb yang birahi jka diberikan jangkrik, namun ada pula yang birahi jika diberikan Kroto, ada pula yang baru dapat birahi jika diberikan UH atau UK, atau bahkan cacing. Jadi kita harus memahami karakter pasangan kita, maka tidak ada salahnya kita berikan kombinasi EF sehingga proses birahi bisa berlangsung secara bersamaan.

proses dari mulai jodoh sampai dengan produksi memiliki masa yang relatif, bisa jadi dalam 2 minggu induk betina sudah betelur, namun tidak menutup kemungkinan memakan waktu 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan, bisa juga sampai dengan 1 tahun.
kendala lainnya adalah telur yang tidak dibuahi. banyak juga induk betina sudah bertelur, namun sampai 14 hari lebih setelah di erami tidak juga kunjung menetas, ternyata telur tersebut tidak dibuahi alias kosong, hal tersebut bisa diakibatkan pada saat terjadi perkawinan, sperma jantan tidak masuk ke kloaka betina, sampai akhirnya pada proses terjadinya telur masih belum terjadi pembuahan.
bisa juga telur tidak menetas karena infertil, bisa disebabkan sperma Murai Jantan terlalu lemah atau Jantan letoy, dalam hal ini sel sperma jantan terlalu lemah sehingga tidak sanggup untuk membuahi ovum, akhirnya terlur yg dihasilkan menjadi infertil. solusi bisa dilakukan dengan memberikan probiotik khusus breeding untuk menguatkan spermanya, bisa juga pakan diracik sendiri. namun jika masih juga tetap. maka jantan perlu di ganti. bila anda mengalami hal tersebut, maka sabar dan patah semangat gays.

induk betina Murai batu akan bertelur sebanyak 2 sampai dengan 6 butir sekali produksi. telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 14 hari, setelah masa itu, telur akan menetas. untuk berjaga jaga, agar nantinya kita bisa tahu apabila anakan tela menetas, dan jangan sampai kekurangan pakan, kita bisa mulai memberikan pakan lebih banyak terutama kroto, ulat, dan jangkrik pada masa eraman hari ke 10. untuk berjaga jaga. kita bisa mengetaui telur telah menetas dengan melihat cangkang yang dibuang oleh induk. perlu diketahui bahwa induk akan membuang cangkang dengan radius yang terjauh dari sarangnya, jadi kita bisa mengetahui telur sudah menetas dari cangkang yang dibuang oleh induk.

Pos-pos Terbaru