Efek stres fisiologis pada sekresi ACTH

Efek stres fisiologis pada sekresi ACTH

Efek stres fisiologis pada sekresi ACTH

Efek stres fisiologis pada sekresi ACTH

–         Hampir setiap jenis stress fisik atau mental dapat mengakibatkan paningkatan sekresi ACTH dan akibatnya dalam beberapa menit, sering meningkatkan sekresi kortisol sebanyak 20 kali.

–         Misalnya diakui bahwa rangsang nyeri atau isyarat saraf jenis lain yang disebabkan oleh stres mula-mula dihantarkan ke berbagai area hipotalamus dan selanjuttnya isyarat ini dipancarkan kembali ke amnesia mediana, tempat CRH disekresi kedalam sistem porta hipofisis.

3)   Efek penghambatan kortisol pada hipotalamus dan pada hipofisis anterior

–         Kortisol mempunyai efek umpan balik negatif langsung pada:

  • Hipotalamus untuk menurunkan pembentukan CRH
  • Kelenjar hipofisis anterior, yang mengurangi pembentukan ACTH.

            Umpan balik ini membantu mangatur konsentrasi kortisol plasma, yaitu bila   konsentrasi terlalu besar, umpan balik ini secara automatis mengurangi konsentrasi ini  kembali ke tingkat pengaturan normal.

  1. Hormon perangsang folikel (FSH: follicle stimilating hormon) dan luteinizing hormon (LH)

1)   Efek fisiologis FSH

–         Pada perempuan FSH menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan membantu menstimulasi produksi estrogen ovarium.

–         Pada laki-laki, merangsang pertumbuhan dan perkembangan spermatozoa dalam tubulus seminiferus testis

2)   Efek fisiologis LH

–         Pada perempuan, LH bekerja sama dengan FSH, menstimulasi produksi estrogen. LH bertanggung jawab untuk ovulasi dan sekresi progesteron dari folikel yang ruptur

–         Pada laki-lai, LH menstimulasi sel-sel interstitiel tubulus seminiferus testis untuk memproduksi androgen (testoteron)

baca juga :