FATHU MAKKAH SETELAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH

FATHU MAKKAH SETELAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH

FATHU MAKKAH SETELAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH

FATHU MAKKAH SETELAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Dua bulan setelah perjanjian Hudaibiyah

Nabi Muhammad SAW pun bahkan mulai mengirimkan surat-surat kepada para raja dan kepala negara. Beberapa di antaranya pun sekelas Heraklius di Romawi hingga Khosrou di Persia. Setelah perjanjian Hudaibiyah dan peletakan senjata tersebut, Islam pun tersebar jauh lebih luas dan besar.

Jumlah mereka yang datang ke Hudaibiyah hanya 1.400 orang, kaum Muslimin mencapai jumlah 10.000 orang saat akan menaklukkan Makkah atau Fathu Makkah. Pembebasan Mekkah atau Fathu Makkah ini sendiri merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H.

Di kota Madinah pasukan muslimin diwakilkan oleh Abu Ruhm Al-Ghifary. Dan ketika sampai di Dzu Thuwa, Nabi Muhammad SAW pun membagi pasukannya, yang terdiri dari tiga bagian yakni :

  1. Khalid bin Walid yang akan memimpin pasukan untuk memasuki Mekkah dari bagian bawah,
  2. Zubair bin Awwam yang akan memimpin pasukan memasuki Mekkah bagian atas dari bukit Kada’, dan menegakkan bendera di Al-Hajun
  3. Abu Ubaidah bin al-Jarrah yang akan memimpin pasukan dari tengah-tengah lembah hingga sampai ke Mekkah.

Cerita mengenai perjanjian Hudaibiyah tersebut tentulah bisa kita ambil hikmahnya dan ceritanya bisa kita jadikan inspirasi. Perjanjian pada zaman Rasulullah SAW ini membuktikan bahwa negosiasi sudah mulai diterapkan sejak dulu kala, tidak hanya sekarang saja.


Baca Juga :