HUBUNGAN ANTARA WARIS ISLAM DENGAN HUKUM WARIS NASIONAL

HUBUNGAN ANTARA WARIS ISLAM DENGAN HUKUM WARIS NASIONAL

Hubumgan antara keduanya sanga erat hal ini karna keduanya mebahas tentang perpindahan waris kepada tangan orang lain berupa barang-barang peninggalan dalam keadaan bersih, artinya sudah dikurangi dengan pembayaran utang-utang dari orang yang meninggalkan warisan serta dengan pembayaran-pembayaran lain yang disebabkan oleh meninggalkanya orang yang meninggalkan warisan tersebut.telah di jelaskan di atas tentang hukum waris nasional dan hukum waris islam dimana Di negara kita RI ini, hukum waris yang berlaku secara nasioal belum terbentuk, dan hingga kini ada 3 (tiga) macam hukum waris yang berlaku dan diterima oleh masyarakat Indonesia, yakni hukum waris yang berdasarkan hukum Islam, hukum Adat dan hukum Perdata Eropa dan yang paling dominan dijadikan hukum adalah hukum waris islam namu pemerintah telah mengesahkan beberapa hukum islam yang di jadikan undang-undangyaitu kompilasi hukum islam(KHI) salah satunya yang didalamnya memuat beberapa hukum islam dalam bidang-bidang tertentu khususnya dalam bidang waris.Begitu juga dengan hukum perdata eropa yang di gunakan di negara kita sebagai acuan hukum nasional berbagai bidang  seperti halnya bab mawaris yang termasuk dalam hukum perdata.

Hal inilah yang membuat hukum nasional dan hukum waris islam erat kaitanya antara satu dengan yang lain dan saling berhubungnan dalam penetapan hukum di negara kita ini,namun kebanyakan dari penetapan hukum yang berada di andonesia ini lebih banyak menggunakan hukum islam dari pada hukum lain.

FKESIMPULAN

·         dasar hukum islam berasal dari ketentuan syara yang telah tercantum jelas dalam al-quran dan sunah rasul ataupu hadist yang telah di ruwayatkan, dimana dasar yang di gunakan dan di jelaskan secara rinci tentang mawaris secara jelas dan rinci dalam al-quran surah an-nisa.

·         Sedangkan hukum waris nasional Di negara kita RI ini, hukum waris yang berlaku secara nasioal belum terbentuk, dan hingga kini ada 3 (tiga) macam hukum waris yang berlaku dan diterima oleh masyarakat Indonesia, yakni hukum waris yang berdasarkan hukum Islam, hukum Adat dan hukum Perdata Eropa di mana saat ini yang lebih sering di gunnakan adalah hukum waris nasional.

·         Hukum nasional dalam kompilasi hukum islam sudah banyak di gunakan dan banyak hukum-hukum islami di kumpulkan     dan di jadikan satu berbentuk buku dan disahkan sebagai undang-undang(KHI)

·         Hubungan antara kedua hukum tersebut baik waris nasional maupu waris islam sangat erat kaitanya hal ini karna negara kita belum terbentuk hukum waris yang berlaku dan masih menggunkan hukum peninggalan bangsa eropa,dan hukum adat masing-masing



DAFTAR PUSTAKA

Fiqih al-hikmah,akik pustaka,surabaya.
Al-quran dan terjemah,mahkota,surabaya.
Al-quran htp//www.al-quran exsploler.com.
Kamus besar bahasa indonesia,htp//www.kamus bahasa.com

Anderson, J. N. D., Hukum Islam Di Dunia Modern, terj. Machnun Husein,
Surabaya: Amarpress, 1991.
Anwar, Syamsul, “Pengembangan Ilmu Syari‟ah Dan Model-Model.
Syari‟ah dan Metodologi Penelitiannya Fakultas Syari‟ah IAIN SunanKalijaga Yogyakarta tanggal 22 Nopember 2000.
Anonim, Yurisprudensi (Peradilan Agama dan Analisa), Jakarta: Yayasan AlHikmah,1995.
Anonim, Profil Peradilan Agama, Jakarta, Dirjen Badilag MARI, 2008.
Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/apple-turunkan-pesanan-komponen-iphone-x/