Hukum Sebagai “ius”

Hukum Sebagai “ius”

Hukum Sebagai “ius”

Hukum Sebagai “ius”
Hukum Sebagai “ius”

Dalam sistem hukum yang disebut kontinental

Hukum ditanggapi sebagai terjalin dengan prinsip-prinsip keadilan: hukum adalah undang-undang yang adil. Pengertian hukum ini serasi dengan ajaran filsafat tradisional, dimana pengertian hukum yang hakiki berkaitan dengan arti hukum sebagai keadilan. Hukum ialah ius atau Recht.

 

Walaupun pengertian yang tradisionil

ini menyangkut segala peraturan yang disusun oleh orang untuk mengatur hidup bersama mereka, kebanyakan orang zaman kini insyaf juga, bahwa tidak terdapat hukum dalam arti yang penuh di luar tata hukum Negara.

Dapat disimpulkan bahwa suatu peraturan tidak menjadi hukum secara otomatis, karena berasal dari pemerintah. Hanya peraturan yang adil disebut hukum. Maka hukum dapat didefenisikan sbb; Hukum adalah peraturan-peraturan (undang-undang) yang dibentuk sebagai norma untuk mengatur masyarakat secara adil (oleh instansi yang berwenang).

 

Hakikat Hukum

Bila kita mengikuti gagasan-gagasan sistem hukum tradisional, maka dapat disimpulkan bahwa inti pengertian hukum, yakni hakikat hukum ialah menjadi sarana bagi penciptaan suatu aturan masyarakat yang adil. Pengertian tentang hakikat hukum ini berazaskan pada beberapa pertimbangan.

  1. Ternyata semua orang ingin mewujudkan suatu aturan masyarakat yang adil. Inilah pertama-tama ditujui dengan pembentukan undang-undang, yang harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Lagipula dengan tujuan yang    sama didirikan pengadilan. Pengadilan itu tugasnya ialah memecahkan perkara-perkara yang timbul akibat perbedaan pandangan antara warga-warga negara, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan.
  2. Pada umumnya hukum dialami sebagai berwibawa, sedemikian rupa sehingga hukum secara psikologis berpengaruh terhadap orang-orang yang      tinggal di bawah hukum tersebut. Wibawa hukum itu terletak dalam        kekuasaan pemerintah yang menciptakannya. https://www.dosenpendidikan.com/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/
  3. Sejak pertengahan abad timbullah kecenderungan untuk menyamakan     hukum dengan suatu upaya (a tool) dalam membangun masyarakat,     khusunya menurut aspek sosio-ekonominya (social engeneering).    Perkembangan ini berjalan terus, sejajar dengan perkembangan ilmu-ilmu     pengetahuan yang bersangkutan.

Kesimpulan:

Hakikat hukum ialah: membawa aturan yang adil dalam masyarakat (rapport du droit, inbreng van recht). Semua arti lain menunjuk kea rah ini sebagai arti dasar segala hukum.