International Organization

International Organization

International Organization

International Organization

  1. Sosialisasi

Tidak adanya pemerintah dunia, kekuatan sosialisasi ditingkat internasional lebih lemah daripada yang terjadi di negara. Proses sosialisasi bekerja secara internasional dalam dua level. Pertama, agen sosialisasi bekerja melintasi perbatasan mempengaruhi individu dan kelompok di sejumlah negara. MNC mempunyai peran besar di sini. INGO kemungkinan tidak memiliki kekayaan, keahlian, sumber daya manusia seperti TNC tetapi INGO juga dapat mempengaruhi sistem kepercayaan dan pola tingkah laku melalui proses sosialisasi. Kedua proses sosialisasi dapat terjadi antar negara-negara dalam level internasional dan antar wakil-wakil negara. Dalam jangka waktu tertentu pemerintah-pemerintah terisolasi utnuk bertindak dengan sikap tertentu yang dapat diterima oleh yang lain dalam komunitas internasional atau dapat mengadopsi suatu sistem nilai bersama. Sumbangan organisasi internasional adalah dengan mendorong para anggota untuk bertindak dengan cara-cara yang kooperatif dengan tidak melupakan norma-norma yang dianut bersama.

  1. Pembuatan peraturan

Dalam sistem internasional tidak terdapat badan formal yang berfungsi sebagai pusat pembuat peraturan dimana sumber peraturan dalam arena internasional pun lebih beragam karena ketiadaan dari pemerintah dunia yang notabene sumber peraturan tersebut berasal dari praktek sebelumnya atau produk dari panitia ad hoc atau dari kesepakatan bilateral legal antara negara atau berasal dari organisasi internasional.

  1. Penerapan peraturan

Dalam sistem politik internasional penerapan peraturan dilakukan oleh negara berdaulat dikarenakan tidak adanya otoritas sentral dengan partner yang melakukan tugasnya. Peraturan yang diterapkan biasanya bersifat umum, contohnya IGO sangat aktif dalam menerapkan aturan yang telah disepakati bersama terutama dalam memonitor penerapan aturan internasional oleh pemerintah. Penerapan peraturan internasional yang telah dibuat oleh organisasi internasional memiliki suatu kekurangan yakni tidak adanya alat pemaksaan dikala permohonan, persuasi ataupun penekanan gagal dilakukan.

  1. Rule adjudication

Biasanya dilakukan oleh pengadilan, arbitrase yang terdapat dalam suatu negara proses rule adjudication dalam taraf internasional merupakan kekurangan dari institusi dan sikap kewajiban seperti di taraf nasional. Fungsi rule adjudication dilaksanakan oleh institusi tertentu dimana tugasnya untuk bertindak menjadi hakim dalam klaim-klaim yang dibuat negara-negara diperdengarkan di institusi tersebut.

  1. Informasi

Perkembangan organisasi internasional dan peningkatan penggunaan media komunikasi berarti bahwa negara berdaulat tidak lagi dominan dalam pertukaran informasi internasional. Pembentukan organisasi global seperti PBB dan agensi-agensinya menghasilkan forum untuk pemerintah dimana mereka dapat menerima dan mendiskusikan informasi tersebut. Contoh PBB dan agensi-agensinya menyediakan informasi dengan menghasilkan cetakan-cetakan berupa data-data statistik. INGO juga demikian, dengan menyediakan pengetahuan yang diinginkan publik tertentu.

  1. Operasi

Organisasi internasional melakukan fungsi operasional seperti halnya pemerintah. Fungsi operasional ini dapat berupa perbankan, penyediaan bantuan. Bantuan untuk pengungsi, berhubungan dengan komoditas, dan juga pelayanan teknis. INGO juga turut berfungsi terutama dalam hal pemberian bantuan (Archer, 1983:154-169).


Sumber: https://civitas.uns.ac.id/kasiono/seva-mobil-bekas/