Kedudukan mashlahah mursalah dan kehujjahannya

Kedudukan mashlahah mursalah dan kehujjahannya

Tidak dapat disangkal bahwa di kalangan mazhab ushul memang terdapat perbedaan pendapat tentang kedudukan mashlahah mursalah dan kehujjahannya dalam hukum Islam baik yang menerima maupun menolak. Imam Malik beserta penganut mazhab Maliki adalah kelompok yang secara jelas menggunakan maslāhah mursālah sebagai metode ijtihad. Imam Muhammad Abu Zahra bahkan menyebutkan bahwa Imam Malik dan pengikutnya merupakan mazhab yang mencanangkan dan menyuarakan maslāhah mursālah sebagai dalil hukum dan hujjah syar’iyyah.[15] Maslāhah mursālah lah juga digunakan dikalangan non Maliki antara lain ulama Hanabilah. Menurut mereka maslāhah mursālah merupakan induksi dari logika sekumpulan nash, bukan dari nash rinci seperti yang berlaku dalam qiyas.[16] Bahkan Imam Syatibi mengatakan bahwa keberadaan dan kualitas maslāhah mursālah itu bersifat qat’i, sekalipun dalam penerapannya bersifat zhanni (relatif).[17]

Adapun pandangan ulama Hanafi terhadap maslāhah mursālah terdapat penukilan yang berbeda. Menurut al-Hamidi banyak ulama Hanafi yang tidak mengamalkannya, namun menurut Ibnu Qudaimah, sebagian ulama Hanafi menggunakan maslāhah mursālah, tampaknya pendapat ini lebih tepat karena kedekatan metode ini dengan istihsān di kalangan ulama Hanafiah.[18] Begitu pula pada pandangan ulama Syafi’iyah ada perbedaan pendapat. Al-Amidi dan Ibnu al-Hajib dalam kitabnya al-Bidākhsyi, mengatakan bahwa ulama Syafi’iyah tidak menggunakan maslahah mursalah, karena Syafi’i sendiri tidak pernah menyinggung metode ini dalam kitabnya al-Risālah. Namun ulama lain seperti al-Ghazali menukilkan bahwa imam Syafi’i pernah menggunakan maslahah mursalah dalam berhujjah. Akan tetapi, Imam Syafi’i memasukkannya dalam qiyas.[19]

Adapun kalangan ulama yang menolak penggunaan maslāhah mursālah adalah al-Zahiriyah, Bahkan dikabarkan bahwa mazhab Zahiriyah merupakan mazhab penentang utama atas kehujjahan maslāhah mursālah.[20] ulama Syi’ah dan sebagian ulama kalam Mu’tazilah, begitu pula Qādhi al-Baidhāqi juga menolak penggunaan maslāhah mursālah dalam berijtihad.

Sumber :

https://montir.co.id/iphone-x-mulai-dikirim/