Kewajiban pajak subjektif

Kewajiban pajak subjektif

Kewajiban pajak subjektif

Kewajiban pajak subjektif mengandung arti bahwa seseorang, sesuatu atau badan sudah memenuhi syarat untuk dikenakan pajak Penghasilan dilihat dari sudut subjeknya.. Saat mulai dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri

Dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan, berada, atau berniat untuk bertempat tingga di Indonesia dan berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.

  1. Untuk subjek pajak badan dalam negeri

Dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia dan berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia.

  1. Untuk subjek pajak luar negeri berupa BUT:

Dimulai pada saat orang pribadi atau badan menjalankan usaha atau melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (5) UU PPh dan berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut.

  1. Untuk subjek pajak luar negeri non BUT

Dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia dan berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut.

  1. Untuk warisan yang belum dibagi

Dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan dan berakhir pada saat warisan selesai dibagikan.Jangka waktu pengenaan pajak penghasilan ini dinamakan tahun pajak sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1 UU Pajak Penghasilan. Tahun pajak ini pada umumnya adalah tahun takwim mulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember.Jika kewajiban pajak subjektif bermula atau berakhir di pertengahan akhir pajak, maka pengenaan pajak ini tidak penuh dalam satu tahun pajak tetapi dalam bagian tahun pajak.

sumber :