Manfaat dan Risiko Investasi pada Saham

Manfaat dan Risiko Investasi pada Saham

Manfaat dan Risiko Investasi pada Saham

Manfaat dan Risiko Investasi pada Saham
Manfaat dan Risiko Investasi pada Saham

Anda telah mengetahui jenis-jenis saham yang diterbitkan di pasar modal. Tentunya Anda ingin mengetahui apakah manfaat yang akan diperoleh dan risiko yang akan ditanggung bila melakukan investasi di pasar modal berupa saham. Untuk mengetahui manfaat dan risiko berinvestasi bentuk saham, perhatikan berikut ini!

  1. Manfaat Investasi Pada Saham

Investasi dalam bentuk saham mempunyai manfaat pembagian keuntungan dalam bentuk dividen dan capital gain.

  1. a.Dividen

Deviden adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Bagaimanakah mekanisme pembagian dividen? Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dapat berupa dividen tunai atau pun dividen saham. Apakah perbedaan kedua jenis dividen itu?

Perbedaannya adalah sebagai berikut :

  • Dividen tunai, jika emiten membagikan dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk sejumlah uang untuk setiap saham yang dimiliki.
  • Dividen saham, jika emiten membagikan dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk saham baru perusahan tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham.

 

  1. b.Capital Gain

Investor dapat menikmati capital gain, jika harga jual melebihi harga beli saham tersebut. Contoh: Setahun yang lalu, Anda sebagai investor membeli saham PT X, yang listing di bursa efek dengan harga Rp3.500,00. Saat ini, harga saham PT X telahmeningkat menjadi Rp3.750. Jika Anda menjual saham pada harga tersebut, maka Anda akan menikmati capital gain.

  1. 2.Risiko Investasi Pada Saham

Apa sajakah risiko yang akan Anda tanggung atas saham yang Anda beli? Perhatikan jenis-jenis risiko yang akan Anda tanggung dibawah ini!

  1. a.Tidak ada pembagian dividen

Jika emiten tidak dapat membukukan laba pada tahun berjalan atau Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham karena laba yang diperoleh akan dipergunakan untuk ekspansi usaha.

  1. b.Capital loss

Investor akan mengalami capital loss, jika harga beli saham lebih besar dari harga jual.Contoh: Anda sebagai investor telah membeli saham PT X setahun yang lalu pada harga Rp3.500,00. Ternyata saat ini harga saham tersebut turun menjadi Rp3.100,00. Jika Anda menjual saham saat ini maka Anda akan rugi Rp400,00 (tanpa perhitungan pajakdan komisi).

  1. Risiko likuidasi

Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten dibayar. Yang terburuk adalah jika tidak ada lagi aktiva yang tersisa maka para pemegang saham tidak memperoleh apa-apa.

  1. d.Saham delisting dari bursa

 

Beberapa alasan tertentu dapat mengakibatkan saham dihapus pencatatannya (delisting) di bursa sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan. Sebagai contoh, PT Sari Husada merencanakan keluar dari pencatatan bursa efek karena sudah tidak memerlukan dana publik dari pasar modal. Hal ini berkaitan dengan perubahan status perusahaan dari perusahaan go public menjadi perusahaan go private. Oleh karena itu, pihak PT Sari Husada mengajukan permohonan kepada BEJ untukmenghapus pencatatan sahamnya di BEJ. Penghapusan catatan saham di bursa efek inilah yang dinamakan delisting.

Sumber : https://balikpapanstore.id/