Manusia yang terbaik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama, ramah, dan suka menolong orang lain

Manusia yang terbaik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama, ramah, dan suka menolong orang lain

Manusia yang terbaik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama, ramah, dan suka menolong orang lain

Manusia yang terbaik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama, ramah, dan suka menolong orang lain
Manusia yang terbaik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama, ramah, dan suka menolong orang lain

Manusia yang terbaik

itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama, ramah, dan suka menolong orang lain.

Banyak hadits yang menerangkan tentang hubungan antar sesama manusia. Salah satu hadits yang sudah sangat sering kita dengar salah satunya hadits yang berbunyi خير الناس أنفعهم للناس (khoirunnas anfa’uhum linnas). Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Hadits shahih

yang berisi tentang sebaik-baik manusia ini diriwayatkan dari Jabir. Ia berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Umar, bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah dan amal apakah yang paling dicintai Allah Swt?”

Rasulullah Saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan.”

Rasulullah Saw meneruskan sabdanya: “Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani).

Dari kedua hadits tersebut, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain, ramah, dan suka menolong sesama atau yang memberikan kebahagiaan bagi manusia lainnya. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia terbaik tersebut. Amin!

Baca Juga: Kalimat Syahadat

Kiat Kiat Menjadi Manusia Manfaat

Berikut ini adalah kiat-kiat agar menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain:

berusaha untuk membantu mengurangi beban atau kesusahan orang lain
bersikap ramah kepada setiap orang
menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan kita
sedekah dan zakat. dll