Menentukan Siswa Yang Mengalami Masalah Belajar

Menentukan Siswa Yang Mengalami Masalah Belajar

Belajar disekolah terkait dengan beberapa hal. Dalam bertindak belajar, siswa berhubungan dengan guru, bahan ajaran, pemerolehan pengetahuan dan pengalaman, serta tata kerja evaluasi belajar. Disamping itu, siswa secara internal menghadap disiplin, kebiasaan dan semangat belajarnya sendiri. Faktor internal siswa tersebut merupakan hal yang cukup kompleks.

       Siswa yang belajar di sekolah merupakan akibat dari program pembelajaran guru. Guru berkepentingan untuk mendorong siswa aktif belajar. Dengan demikian sebagai pendidik generasi muda bangsa, guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa.

  1. Pengamatan Perilaku Belajar.

       Sekolah merupakan pusat pembelajaran. Guru bertindak menjelaskan, dan siswa bertindak belajar. Tindakan belajar tersebut dilakukan oleh siswa. Sebagai lazimnya tindakan seseorang, maka tindakan tersebut dapat diamati sebagai perilaku belajar.          Dengan kata lain, perilaku belajar merupakan “gejala belajar” menurut pengamat. Sedangkan tindak belajar atau proses belajar merupakan “gejala belajar” yang dialami dan dihayati oleh siswa.

       Guru selaku pembelajar bertindak membelajarkan dan mengajar serta melakukan pengamatan terhadap perilaku siswa. Bila ditemukan masalah pada peserta didik, maka sebagai pendidik, guru berusaha membantu memecahkan masalah.

       Peran pengamatan perilaku belajar dilakukan sebagai berikut:

1)         Menyusun rencana pengamatan seperti tindak belajar berkelompok atau                  belajar sendiri, atau yang lain.

2)         Memilih siapa yang akan diamati meliputi beberapa orang siswa.

3)         Menentukan berapa lama berlangsungnya pengamatan, seperti dua, tiga,                 atau empat bulan.

4)         Menentukan hal-hal apa saja yang akan diamati, seperti cara siswa                           membaca, cara menggunakan media belajar, prosedur, dan cara proses                  belajar sesuatu.

5)         Mencatat hal-hal yang diamati.

6)         Menafsirkan hasil pengamatan.

  1.    Analisis Hasil Belajar.

       Dalam setiap kegiatan belajar akan berakhir dengan hasil belajar. Hasil belajar tersebut dapat berupa lembar-lembar jawaban soal ulangan atau ujian, ataupun berwujud karya atau benda. Hasil belajar tersebut digunakan oleh guru untuk melakukan perbaikan tindak belajar dan evaluasi. Bagi siswa berguna untuk memperbaiki cara-cara belajar lebih lanjut.

       Dalam melakukan analisis hasil belajar, guru m

 

baca jua :

Pos-pos Terbaru