Morfologi Ikan Koi

Morfologi Ikan Koi

            Menurut Susanto (2000), badan koi berbentuk seperti torpedo dengan perangkat gerak berupa sirip. Sirip – sirip yang melengkapi bentuk morfologinya adalah sebuah sirip punggung, sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sebuah sirip anus, dan sebuah sirip ekor. Untuk berfungsi sebagai alat gerak, sirip ini terdiri dari jari – jari keras, jari – jari lunak, dan selaput sirip. Sirip dada dan sirip ekor hanya mempunyai jari jari lunak. Sirip punggung mempunyai 3 jari – jari keras dan 20 jari lunak. Sirip perut hanya terdiri dari jari – jari lunak sebanyak 9 buah. Sirip anus mempunyai 3 jari – jari keras dan 5 jari – jari lunak.

            Pada sisi badannya, dari pertengahan kepala hingga batang ekor, terdapat gurat sisi (linea lateralis) yang berguna untuk merasakan getaran suara. Garis ini terbentuk dari urat – urat yang ada di sebelah dalam sisik yang membayang hingga sebelah luar. Badan koi tertutup selaput yang terdiri dari 2 lapisan. Lapisan pertama terletak di luar yang disebut dengan epidermis, sedang lapisan dalam disebut sebagai endodermis. Epidermis terdiri dari sel – sel getah yang menghasilkan lendir (mucus) pada permukaan badan koi. Lapisan endodermis terdiri dari serat – serat yang penuh dengan sel. Di lapisan ini juga terdapat sel warna.

            Sel warna ini mempunyai corak yang sangat kompleks yang dengan cara kontraksi memproduksi larutan dengan 4 macam sel warna yang berbeda. Adapun keempat sel tersebut adalah melanophore (hitam), xanthophore (kuning), erythrophore (merah), dan guanophore (putih). Organ perasa dan syaraf mempunyai hubungan erat dengan penyusutan dan penyerapan sel warna. Organ – organ ini sangat reaktif sekali dengan cahaya. Tempatnya terletak di antara lapisan epidermis dan urat syaraf pada jaringan lemak, yang terletak di bawah sisik.

Habitat Dan Sifat

            Ikan koi menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, misalnya di pinggiran sungai atau danau. Ikan ini dapat hidup baik di ketinggian 150 – 600 m di atas permukaan laut dan pada suhu 25 – 30o C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan koi kadang – kadang juga ditemukan di perairan payau atau di muara sungai dengan kadar garam 25 – 30 % (Khairruman, 2000).

            Koi gampang menyesuaikan diri dengan lingkunganbarunya. Ikan ini bisa menempati hampir semua tempat. Pada saat pemindahan, jangan sampai koi mengalami perubahan secara mendadak. Masa hidup koi umumnya hingga 70 tahun, namun ada beberapa yang bisa hidup mencapai 200 tahun. Tidak ada bos dalam kelompok koi, dan tidak ada seekor pejantan kasar yang mengganggu koi betina. Sebagai pendatang lama, koi tidak akan menyiksa pendatang baru. Koi sangat lemah lembut (Susanto, 2000).

Sumber: https://multiply.co.id/