OJK Optimalisasi BUMDes di Garut

OJK Optimalisasi BUMDes di Garut

OJK Optimalisasi BUMDes di Garut

OJK Optimalisasi BUMDes di Garut
OJK Optimalisasi BUMDes di Garut

 

Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan BPS pada tahun 2016

, jumlah penduduk Indonesia saat ini diperkiraan sekitar 262 juta yang tersebar di ribuan pulau, di perkotaan dan pedesaan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 28% yang paham produk keuangan, sedangkan di Jawa Barat sendiri sekitar 38%. Artinya, dari 100 orang di Jawa Barat, baru sekitar 38 orang yang paham akan produk layanan jasa keuangan.

Masalah literasi keuangan tersebut dipengaruhi oleh akses layanan keuangan yang belum merata, terlebih di daerah yang jauh dari pusat kota. Untuk mengatasi hal tersebut, Presiden Joko Widodo meminta Industri Jasa Keuangan bersama dengan Pemerintah Daerah untuk bersinergi untuk membuka akses layanan keuangan.

Arahan presiden tersebut disambut positif oleh Mendagri

, sehingga terbit Radiogram Menteri Dalam Negeri Nomor No.T-900/634/Keuda tentang Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur, Bupati dan

Walikota untuk membentuk TPAKD di Provinsi/Kabupaten/Kota bersama-sama OJK di wilayah tersebut.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) adalah forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan eknomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Di Jawa Barat sendiri TPAKD resmi dibentuk pada tanggal 24 Maret 2016 melalui SK Gubernur.

Melanjutkan Program Kerja 2 tahun sebelumnya, pada awal tahun 2018 ini TPAKD

Jawa Barat telah melakukan rapat pleno dengan pengurus serta berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna menentukan Program Kerja Tahun 2018. Rapat tersebut menyepakati 3 (tiga) Program Kerja, yaitu Optimalisasi peran BUMDes melalui peningkatan status badan hukum, pembentukan LKMS/Bank Wakaf Mikro di lingkungan pesantren dan mendorong pembiayaan pertanian hortikultura melalui model klaster.

“Sampai pada bulan Desember 2018, ketiga program tersebut telah berjalan dan memberikan dampak kepada masyarakat di antaranya optimalisasi BUMDesa,” ujar Kepala OJK Jabar Triana gunawan. jo

 

Baca Juga :