Pemeliharaan Induk

Pemeliharaan Induk

Induk ikan koi betina yang berumur lebih dari 2 tahun, dipelihara pada kolam tanah berukuran 40 m x 20 m dengan tinggi air 60 cm dan kepadatan 42  ekor ikan koi. Sedangkan induk jantan yang berumur lebih dari 1 tahun dipelihara pada kolam beton berukuran 10 m x 8 m dengan ketinggian 60 cm dan kepadatannya 22 ekor ikan koi. Hal ini sesuai dengan pendapat Khairruman (2000), bahwa pemeliharaan induk juga dapat dilakukan di dalam bak beton berukuran 3 x 6 x 1,2 m.  Pakan yang diberikan untuk ikan koi ini adalah pakan buatan atau pelet yang berdiameter ± 3 mm. Frekuensi pemberian pakannya adalah 2 kali dalam sehari, yaitu setiap pagi dan sore hari. Adapun dosisnya diperkirakan berdasarkan pengalaman petani, yaitu 2 gelas takar (1 gelas = 250 gram) atau 0,5 kg setiap 1 kali pemberian pakan.Air yang digunakan untuk pemeliharaan induk diperoleh dari sumber air irigasi tanpa melalui treatment terlebih dahulu. Air yang digunakan air yang mengalir atau bersirkulasi dengan debit 1 L/menit. Hal ini untuk menjaga agar kadar oksigen terlarutnya stabil dalam pemeliharaan induk. Banyak hama yang mengganggu pada induk koi, yaitu keong, ular, katak, ikan nila, dan ikan seribu. Sedangkan penyakit yang ditemui pada pemeliharaan induk adalah jamur yang membuat tubuh ikan koi gatal – gatal, sehingga menyebabkan ikan koi meloncat – loncat keluar kolam dan mati. Ciri – ciri ikan koi yang gatal – gatal tubuhnya adalah sering menggesek – gesekkan badannya ke dinding kolam dan sering meloncat – loncat ke permukaan kolam. Hal ini dikarenakan air yang masuk ke dalam media pemeliharaan tanpa melalui treatment terlebih dahulu.

Persyaratan Induk

            Induk koi yang matang gonad, biasanya berumur minimal 1,5 tahun. Induk diletakkan terpisah antara jantan dan betina. Hal ini agar koi tidak melakukan pemijahan di kolam pemeliharaan induk. Ciri – ciri induk yang baik adalah :

  1. Umur sekitar 1,5 – 3 tahun. Induk tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Jika induk terlalu tua, dikhawatirkan mempengaruhi kualitas telur.
  2. Tidak cacat tubuh. Jika induk cacat, akan mempengaruhi keturunan ikan tersebut.
  3. Tidak lemas, lincah, dan tubuh ideal.
  4. Lubang urogenitalnya berwarna merah.

Hal ini sesuai dengan pendapat Susanto (2000), yang mengatakan bahwa syarat induk yang baik adalah:

  1. Umur induk 1,5 – 3 tahun.
  2. Sisik tersebar teratur dan berukuran agak besar.
  3. Sisik tidak terluka dan tidak cacat.
  4. Bentuk dan ukuran tubuh seimbang, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.
  5. Tubuh tidak terlalu keras atau terlalu lembek.
  6. Perut lebar dan datar.
  7. Ukuran tubuh relatif tinggi.
  8. Bentuk ekor normal, cepat terbuka, pangkal ekor relatif lebar, dan tebal.
  9. Kepala relatuf kecil dan moncongnya lancip, terutama pada induk betina. Sebab, jumlah telur ikan koi yang berkepala kecil, biasanya lebih banyak daripada ikan yang berkepala besar.
  10. Jarak lubang dubur relatif dekat dengan pangkal ekor.

Baca juga: