Pemikiran – pemikiran Muhammad Abduh

Pemikiran – pemikiran Muhammad Abduh

Pemikiran – pemikiran Muhammad Abduh

Pemikiran – pemikiran Muhammad Abduh

Syekh Muhammad Abduh adalah termasuk pembaharu agama dan sosial di Mesir pada zaman modern. Dialah penganjur yang sukses dalam membuka pintu ijtihad untuk menyesuaikan Islam dengan tuntutan zaman modern. Walaupun pada saat itu ia diserang oleh orang-orang yang memandang bahwa pembaharuan dan pendapat-pendapatnya membahayakan kaum Muslim (penentangan yang dilakukan sebelum pembaharuan ini dilaksanakan), musuh-musuhnya sendiri sangat diragukankebersihan niat mereka, dan kebersihan pribadinya, dan pembelaan terhadap agama ini.[5]

Sedikit ulasan mengenai Muhammad Abduh bahwasannya dulu beliau berguru tarekat syadziliyah kepada pamannya Syekh Darwis. Beliau banyak belajar mengenai filsafat, logika, matematika. Kemudian beliau berkenalan dengan sayid jamaluddin al – afghani pengikut syiah isna asyariah, beliau kagum dan belajar jurnalistik tetapi beliau tetap netral dan kritis dalam berpikir. Dia mengambil manhaj berpikrnya bukan mengambil natijah berpikirnya. Tetapi kemudian dibantah oleh para syekh al azhar bahwa beliau menganut mu’tazilah.[6]

Atas dasar kedua fokus fikirannya itu, Muhammad Abduh memberikan peranan yang sangat besar kepada aqal.Begitu besarnya peranan yang diberikan olehnya sehingga Harun Nasution menyimpulkan bahwa Muhammad Abduh memberikan kekuatan yang lebih tinggi kepada akal dari pada mu’tazilah.[7]

Diantara pemikiran – emikiran beliau adalah sebagai berikut :

  1. Kedudukan Akal dan Fungsi Wahyu

Ada dua persoalan pokok yang menjadi fokus utama pemikiran Abduh, sebagai mana diakuinya sendiri, yaitu:[8]

1)   Membebaskan akal pikiran dari belenggu-belenggu taqlid yang menghambat perkembangan pengetahuan agama sebagaimana haknya salaf al-ummah (ulama sebelum abad ke-3 Hijriah), sebelum timbulnya perpecahan; yakni memahami langsung dari sumber pokoknya, Al-Quran.

2)   Memperbaiki gaya bahasa Arab, baik yang digunakan dalam percakapan resmi di kantor-kantor pemerintah maupun dalam tulisan-tulisan di media massa.

sumber :
https://bogorchannel.co.id/seva-mobil-bekas/