Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Di dalam perusahaan, akuntansi memainkan peranan penting sebab akuntansi merupakan pemberi informasi ekonomi kepada semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan baik intern maupun ekstern tentang kegiatan suatu perusahaan.

Menurut H.Z.A. Moechtar

H.Z.A. Moechtar mendefinisikan Akuntasi adalah proses pencatatan, pengelompokkan, pengikhtisaran, dan pengkomunikasian transaksi-transaksi keuangan sebuah kewujudan ekonomi atau sosial.

Menurut R.A. Supriyono

Sedang R.A. Supriyono memberikan definisi akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsi akuntansi adalah menyediakan informasi kuantitatif, yang pada dasarnya bersifat keuangan, tentang ekonomi badan usaha yang diharapkan, informasi tersebut bermanfaat untuk pembuatan keputusan-keputusan ekonomi dengan cara memilih di antara beberapa alternatif yang mengarah pada tindakan.

Menurut Committee on Terminology dari American Institute of Certified Public Accountants

Definisi akuntansi menurut Committee on Terminology dari American Institute of Certified Public Accountants, sebagaimana dikutip R.A. Supriyono adalah seni pencatatan, dan peringkasan dalam suatu cara yang signifikan dan dalam ukuran uang, transaksi dan peristiwa-peristiwa yang paling tidak sebagian bersifat keuangan dan penginterpretasian hasil-hasilnya.”

Dapat disimpulkan dari definisi di atas bahwa akuntansi sebagai seni dan kegiatan jasa untuk melakukan pencatatan, pengelompokkan, dan pengikhtisaran transaksi keuangan pada suatu perusahaan.

Definisi Akuntansi

Dari definisi atau batasan yang telah diuraikan dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:

Obyek kegiatan akuntansi adalah transaksi keuangan, yaitu peristiwa-peristiwa atau kejadiankejadian yang menyangkut perubahan aktiva, hutang dan modal yang dinyatakan dalam satuan uang.

Kegiatan akuntansi terdiri dari pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan.Akuntansi bukanlah merupakan suatu tujuan tetapi hanya merupakan suatu alat untuk berkomunikasi tentang data keuangan suatu perusahaan atau suatu unit kegiatan kepada mereka yang berkepentingan, maka dalam melaksanakan akuntansi harus dipahami tentang informasiinformasi apa yang diinginkan oleh pihak yang berkepentingan.

Pada umumnya pihak-pihak yang membutuhkan informasi-informasi akuntansi dapat dikelompokkan menjadi lima golongan, yaitu: pemilik perusahaan, manajemen, kreditur, pemerintah dan buruh.

Berdasarkan pihak yang membutuhkan akuntansi tersebut, sehingga secara oprasional kita dapat mendefenisikan akuntansi sebagai pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

Semoga bermanfaat

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html