Pengertian Kepemimpinan Transformasional

  1. Pengertian Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional adalah suatu proses yang pada dasarnya para pemimpin dan bawahan saling menaikkan diri ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Menurut Muallidin (2016) Kepemimpinan transformasional secara konsep dan teori lebih dipahami sebagai gaya kepemimpinan yang melibatkan pengikut, memberikan inspirasi bagi para pengikutnya, serta berkomitmen untuk mewujudkan visi bersama dan tujuan bagi suatu organisasi, serta menantang para pengikutnya untuk menjadi pemecah masalah yang inovatif, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui pelatihan, pendampingan, dengan berbagai tantangan dan dukungan. Pemimpin transformasional dan bawahan menjadi bagian dari kelompok yang memiliki tujuan yang sama. Dengan menunjukkan masalah, situasi dan visi yang menarik untuk masa depan dengan mencerminkan nilai-nilai bawahan mereka. Kepemimpinan transformasional membantu bawahan mereka untuk melampaui harapan yang menjadi target dalam mewujudkan visi mereka menjadi nyata. Menurut Riadi (2017) Kepemimpinan transformasional merupakan pemimpin yang kharismatik dan mempunyai peran sentral serta strategi dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional diharapkan memiliki kharisma sehingga pemimpin transformasional ini dalam memimpin bisa membawa lembaga tersebut menuju ke arah tujuan. Tetapi tidak semua pemimpin mempunyai kharisma saat memimpin lembaganya. Menurut Yuningsih dan Herawan (2015) salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya peran pemberi pengaruh (kharisma) yaitu masih ada kepala sekolah yang belum optimal dalam melibatkan semua komponen sekolah dalam menyusun visi dan misi sekolah.

Pemimpin transformasional  harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi di masa depan dengan bawahannya, dan juga mempertinggi kebutuhan bawahan dari pada apa yang mereka butuhkan. Pemimpin transformasioanal adalah pemimpin yang membantu suatu lembaga dan orang lain untuk membuat perubahan positif dalam aktivitas mereka. Karena perubahan yang positif akan membawa suatu lembaga bisa bersaing di luar lingkungannya. Seorang pemimpin harus mampu membuat perubahan dimanapun pemimpin tersebut mengemban tugas. Bukan lembaga yang membawa nama pemimpin tersebut, tetapi diharuskan pemimpin yang harus membawa lembaga tersebut dapat di kenal di luar masyarakat. Kepemimpinan transformasional akan berpengaruh terhadap lembaga yang efektif karena perilaku kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang dapat menentukan terwujudnya lembaga yang efektif.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang mampu membuat perubahan positif di suatu lembaga yang dipimpin, dengan menggunakan kharismatik yang dimiliki, serta dapat menerima dan membawa bawahan menjadi lebih baik lagi. Kepemimpinan transformasional tidak akan dapat berjalan jika tidak didampingi dengan sikap dan sifat yang positif lainnya. Seorang pemimpin harus menjadi sosok yang dinamis, kreatif, dan kompetitif serta tidak mudah menyerah, patah semangat, dan lemah cita-cita.

  1. Gaya Kepemimpinan Transformasional

Gaya kepemimpinan transformasional adalah sebuah gaya kepemimpinan yang mampu melakukan perubahan dalam diri individu itu sendiri untuk mencapai performa terbaik melalui kharisma, pemberian stimulasi intelektual, motivasi, dan perhatian pada individu. Gaya kepemimpinan yang harus dimiliki seorang pemimpin transformasional yaitu mengidentifikasi bahwa menjadi agen perubahan, pemberani, mempercayai orang lain, bertindak atas dasar nilai bukan atas dasar individu, meningkatkan kemampuannya, memiliki visi ke depan. Pemimpin yang transformasional harus dapat menghargai ide-ide baru. Menurut Erik Rees (dalam Riadi 2017) prinsip-prinsip yang harus diciptakan oleh seorang pemimpin transformasional, yaitu:


  1. Simplifikasi, keberhasilan dari kepemimpinan diawali dengan sebuah visi yang akan menjadi cermin dan tujuan bersama. Kemampuan serta keterampilan dalam mengungkapkan visi secara jelas, praktis dan tentu saja transformasional yang dapat menjawab kemana kita akan melangkah? menjadi hal pertama yang penting untuk kita implementasikan.
  2. Motivasi, kemampuan untuk mendapatkan komitmen dari setiap orang yang terlibat terhadap visi yang sudah dijelaskan adalah hal kedua yang perlu kita lakukan. Pada saat pemimpin transformasional dapat menciptakan suatu sinergitas di dalam organisasi, berarti seharusnya dia dapat pula mengoptimalkan, memotivasi dan memberi energi kepada setiap pengikutnya. Praktisnya dapat saja berupa tugas atau pekerjaan yang betul-betul menantang serta memberikan peluang bagi mereka pula untuk terlibat dalam suatu proses kreatif baik dalam hal memberikan usulan atau pun mengambil keputusan dalam pemecahan masalah, sehingga hal ini pula akan memberikan nilai tambah bagi mereka sendiri.
  3. Fasilitasi, dalam pengertian kemampuan untuk secara efektif memfasilitasi pembelajaran yang terjadi di dalam organisasi secara kelembagaan, kelompok, atau pun individual. Hal ini akan berdampak pada semakin bertambahnya modal intelektual dari setiap orang yang terlibat di dalamnya.

sumber :

Aviation Empire Apk + Mod (Unlimited Money) v1.8.2 for android