Pengertian Khiyar Ru’yah

Pengertian Khiyar Ru’yah

Pengertian Khiyar Ru’yah

Pengertian Khiyar Ru’yah
Pengertian Khiyar Ru’yah

 

Khiyar ru’yah adalah

hak memilih untuk meneruskan atau membatalkan akad jual beli sebelum diketahui dengan jelas barangnya dan belum dilihat. Khiyar ru’yah ini dilakukan ketika melihat barang tersebut. Menurut jumhur ulama yang terdiri dari hanabilah, hanafiyah, malikiyah, zahiriyah, mengatakan bahwa khiyar ru’yah disyariatkan oleh Islam. Sedangkan ulama syafi’iyah berpendapat bahwa khiyar ru’yah tidak sah, karena jual beli barang yang gaib tidak sah, meskipun barang tersebut disebutkan sifatnya waktu sighat akad. Jual beli yang tidak diketahui barangnya, ulama syafi’iyah berpendapat akan mendatangkan unsur penipuan.

Syarat Khiyar Ru’yah

Jumhur ulama mengemukakan beberapa syarat berlakunya khiyar ru’yah, yaitu:
1) Obyek yang dibeli tidak dilihat pembeli ketika aqad berlangsung.
2) Obyek aqad itu berupa materi, seperti tanah, rumah, dan kendaraan.
3) Akad tersebut mempunyai alternatif untuk dibatalkan, seperti jual beli dan sewa menyewa.
Apabila ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka khiyar ru’yah tidak berlaku dan pembatalannya harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:

1) Hak khiyar masih berlaku bagi pembeli.
2) Pembatalan itu tidak berakibat merugikan penjual, seperti pembatalan hanya dilakukan pada sebagian obyek yang dijual belikan.
3) Pembatalan itu diketahui pihak penjual.

Menurut jumhur ulama

khiyar ru’yah berakhir apabila pembeli menunjukkan kerelaannya melangsungkan jual beli, baik melalui pernyataan maupun tindakan serta obyek yang dieprjualbelikan hilang atau terjadi penambahan cacat oleh kedua belah pihak. Terjadi penambahan materi obyek setelah dikuasai pembeli, seperti: tanah yang sudah dibeli, sudah dibangun rumah diatasnya. Dan orang yang berakad meninggal, mengenai hal ini terjadi khilafiyah anatara ulama, hanafiyah dan hanabilah menyatakan tidak boleh diwariskan, akan tetapi malikiyah menyatakan boleh untuk diwariskan.

Baca Juga: