PENILAIAN HASIL DAN PROSES PEMBELAJARAN

PENILAIAN HASIL DAN PROSES PEMBELAJARAN

Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik

(authentic assesment)yang menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil belajar

secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan

menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa atau bahkan

mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak

pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.

Hasil penilaian otentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan

program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan

konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik dapat digunakansebagai bahan

untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian

Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran

dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.

12

BAB VI

PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN

Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan,

supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan

berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan

pendidikan dan pengawas.

  1. Prinsip Pengawasan

Pengawasan dilakukan dengan prinsip objektif dan transparan guna

peningkatan mutu secara berkelanjutan dan menetapkan peringkat

akreditasi.

  1. Sistem dan Entitas Pengawasan

Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas,

dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.

  1. Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.

  1. Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan pengawasan dalam bentuk

supervisi akademik dan supervisi manajerial.

Pengawasan yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

diwujudkan dalam bentuk Evaluasi Diri Sekolah.

  1. Proses Pengawasan

baca juga :