Perawatan Larva

Perawatan Larva

            Larva yang baru menetas umumnya tidak diberi pakan hingga 3 hari sesudahnya. Larva ini dipelihara di kolam penetasan telur selama 14 hari sebelum dipindah ke kolam sawah atau disebut juga pendederan. Selama masa pemeliharaan larva tersebut, hendaknya kontrol kualitas air, pakan selalu diperhatikan, karena larva yang baru berumur 7 hari adalah larva yang masih rentan.

Kebersihan kolam dan air juga harus dijaga. Aerasi yang diberikan selalu dikontrol agar suplai oksigen untuk pemeliharaan larva yang masih rentan ini tetap optimal. Adapun pengukuran kualitas air selama 14 hari dapat dilihat pada Lampiran 1. Suhu media pemeliharaan larva selama 14 hari berkisar antara 25 – 27 oC. Sedangkan pHnya normal dan stabil yaitu 7.

            Fluktuasi suhu pada air media pemeliharaan larva ikan koi, tidak terlalu mencolok. Hanya pada hari ke – 11, suhunya mencapai 25 oC. Hal ini tidak mempengaruhi tingkat kehidupan larva koi, karena suhu yang optimal untuk pemeliharaan larva adalah berkisar adalah 25 – 28 oC.

umur (hari)

            pH pada air media larva ikan koi tidak mengalami fluktuasi. Air pada pemeliharaan larva ikan koi ini sangat baik dan optimal untuk pemeliharaan ikan koi. Pada pemeliharaan larva ini diperlukan pengawasan yang ekstra, karena apabila tidak dilakukan pengawasan ekstra akan banyak yang mati.

Pada hari ke – 14, larva yang telah tumbuh menjadi benih ini akan dipindah ke kolam pendederan. Adapun persiapan untuk kolam pendederan adalah :

  1. Pengeringan kolam : pengeringan kolam ini dilakukan sekitar 1 – 2 minggu untuk mencapai pengeringan tanah yang optimal. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Susanto (2000), bahwa kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari.
  2. Pembajakan : pembajakan ini dilakukan dengan bajak tradisional, yaitu sapi yang dijalankan oleh tenaga petani. Pembajakan ini dilakukan untuk membolak – balik tanah agar unsur hara tanah mencukupi untuk kegiatan budidaya.
  3. Pemupukan : pemupukan dilakukan menggunakan urea, untuk luas kolam 20 x 40 ini, diperlukan 25 kg pupuk. Pupuk ini akan menumbuhkan pakan alami untuk pakan benih ikan koi.
  4. Pengisian air : air diisikan ke kolam mencapai ketinggian 30 cm. Hal ini agar sinar matahari bisa masuk ke dalam kolam. Koi sangat menyukai habitat yang hangat.
  5. Memberikan probiotik : adapun probiotik yang diberikan adalah EM – 4. Dosisnya adalah 250 cc untuk volume air 240.000 liter. Sebenarnya probiotik ini adalah probiotik untuk tanaman, namun setelah dicoba untuk pemeliharaan benih ikan koi, ikan koi semakin terlihat lincah dan sehat.
  6. Setelah didiamkan selama 3 hari, ikan koi yang dipanen dari kolam pemeliharaan larva tadi ditebar pada kolam pendederan.

Pengelolaan Pakan

Pakan adalah komponen yang penting dalam menghasilkan warna koi yang bagus selain air. Hal ini sesuai dengan pendapat Anton (2009), yang menyatakan bahwa kualitas pakan sangat menentukan tampilan warna sebagai daya tarik ikan koi sendiri.Adapun pakan yang diberikan yaitu, pada umur 4 hari, koi diberi pakan kuning telur bebek yang telah dilarutkan dalam air. Setiap pemberian pakan, telur bebek diberikan 4 butir. Pemberian pakan telur bebek ini diberikan selama 3 hari kedepan, setiap pagi dan sore. Selanjutnya koi diberi pakan cacing sutra sebanyak 4 kaleng cacing sutra dalam sekali pemberian pakan (1 kaleng = 240 gram). Pakan cacing ini diberikan selama 7 – 8 hari dan diberikan pada pagi hari saja. Cacing sutra ini didapatkan dari toko di sekitar wilayah budidaya. Setelah benih dideder pada kolam pendederan, selama 1 minggu benih tidak diberi pakan. Hal ini dilakukan untuk penyesuaian benih terhadap lingkungan sekitar. Namun selama satu minggu tersebut, benih ikan koi mendapatkan pakan dari plankton yang telah ditumbuhkan ketika persiapan kolam pendederan. Setelah 1 minggu, benih baru diberikan pakan berupa tepung udang. Adapun pemberiannya yaitu 125 gram per hari. Frekuensi pemberiannya adalah 2 kali sehari.   Sedangkan untuk pakan induk, diberikan pellet berukuran 3 mm. Pellet yang diberikan khusus ikan koi.induk diberi pakan setiap 2 kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore.

Baca juga: