Prosedur Percobaan

Prosedur Percobaan

  1. Menyimak beberapa penjelasan yang disampaikan oleh asisten praktikum.
  2. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum batuan beku.
  3. Menggambar batuan pertama dan memfoto batuan tersebut.
  4. Mengukur panjang, lebar dan tinggi batuan menggunakan penggaris.
  5. Mengamati jenis batuan, warna batuan, struktur batuan, tekstur batuan (ukuran butir, derajat pemilahan dan derajat pembundaran), komposisi batuan (fragmen, matrik, semen) dan nama batuan.
  6. Menuliskan hasil identifikasi pada buku pendahuluan praktikum.
  7. Mengulangi langkah dua sampai dengan langkah enam untuk batuan kedua.
  8. Mengulangi langkah dua sampai dengan langkah enam untuk batuan ketiga.
  9. Merapihkan alat dan bahan yang telah selesai digunakan.

4.5        Hasil Pengamatan

4.5.1      Batuan Pertama

  • Nomor urut              :  1
  • Nomor batuan        :  10
  • Nama batuan         :  Batuan Beku Apung
  • Warna batuan        :  Abu-abu Cerah
  • Jenis batuan          :  Intermediet
  • Struktur batuan      :  Vesikuler
  • Tekstur                   :
  1. Derajat kristalisasi      : Holokristalin
  2. Granularitas                : Fanerik sedang

(1-5mm)

  1. Bentuk kristal              : Anhedral
  2. Relasi                          : Equigranular
  • Komposisi              :  Mineral Felsik > Mineral Mafik
  • Gambar                  :

Gambar 4.1

 Batuan Beku Apung

  

  

4.5.2      Batuan Kedua

  • Nomor urut              :  2
  • Nomor batuan        :  8
  • Nama batuan         :  Batuan Beku Skoria
  • Warna batuan        :  Coklat Gelap
  • Jenis batuan          :  Batuan beku basa
  • Struktur batuan      :  Skoria
  • Tekstur                   :
  1. Derajat kristalisasi      : Hipokristalin
  2. Granularitas                : Fanerik sangat kasar (>30mm)
  3. Bentuk kristal              : Euhedral
  4. Relasi                          : Inequigranular
  • Komposisi              :  Mineral mafik > mineral felsik