Proses Pemotongan Sapi Potong

Proses Pemotongan Sapi Potong

Proses Pemotongan Sapi Potong

Proses Pemotongan Sapi Potong
Proses Pemotongan Sapi Potong

Sapi-sapi sekarang ini berasal dari (Homacodontidae) yang di temuai pada babak (Palaeoceen). Jenis-jemis primitifnya di temukan pada babak (Plioceen) Di negara India. Dan sapi bali yang banyak dijadikan komoditi daging/sapi potong pada awalnya di kembangkan di bali, Dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah Yaitu : Nusa Tenggara Barat (NTB) Sulawesi.

Pengulitan

Pengulitan pada sapi yang telah di sembelih dapat di lakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agar kulit idak rusak, Kulit sapi dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yang menempel, Jika telah bersih, Dengan alat perentang yang di buat dari kayu, Kulit sapi di jemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45 derajat.

Pengeluaran Jaroan

Setelah sapi di kuliti, Isi perut (visceral) atau yang sering di sebut dengan jeroan di keluarkan dengan cara menyayat karkas (Daging) pada bagian perut sapi.

Pemotongan Karkas

Akhir dari suatu peternakan sapi potong adalah : Menghasilkan Karkas berkualitas dan berkuantitas tinggi sehingga recahan daging yang dapat di komsumsipun tinggi. Seekor ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas sebesar (59%) dari bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan di peroleh (46, 50%) recahan daging yang dapat di komsumsi sehingga dapat di katakan bahwa dari seekor sapi yang di potong tidak akan seluruhnya menjadi karkas, Dan dari seluruh karkas tidak akan seluruhnya menghasilkan daging yang dapat di komsumsi manusia. Oleh karena itu, Untuk menduga hasil karkas dan daging yang akan diperoleh, Dilakukan penilaian Terlebih dahulu sebelum ternak sapi potong. Di negara maju terdapat Spesifikasi untuk pengkelasan (Grading) terhadap steer, heifer, dan cow yang akan di potong.

Karkas di belah menjadi 2 bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri, Dan karkas tubuh bagian kanan. Karkas di potong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha, belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidak cepat menjadi rusak, Terutama kualitas dan (hygienitasnya) Sebab kondisi karkas di pengaruhi oleh peran (Mikroorganisme) selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan.

Daging dari karkas mempunyai beberapa golongan kualitas kelas sesuai dengan lokasinya pada rangka tubuh. Daging kualitas pertama adalah daging di daerah paha (round) kurang lebih (20%), Dan yang nomor 2 adalah daging di daerah pinggang (loin) kurang lebih (17%), terus nomor yang ke 3 adalah daging pada daerah punggung dan tulang rusuk (rib) kurang lebih (9%) Yang ke 4 adalah daging pada daerah bahu (chuck) lebih kurang (26%) Dan yang ke 5 adalah daging pada daerah dada (brisk) lebih kurang (5%), Terus yang ke 6 daging pada daerah perut (frank) lebih kurang (4%), Dan yang ke 7 adalah daging pada daerah rusuk bagian bawah sampai perut bagian bawah (Palte dan suet) lebih kurang (11%), Dan yang ke 8 adalah daging pada bagian kaki depan (foreshank) Lebih kurang (2,1%) Persentase Bagian-bagian dari karkas tersebut di hitung dari berat karkas (100%).

Persentase recahan karkas di hitung sebagai berikut : Persentase recahan karkas = Jumlah berat recahan/berat karkas x 100%. Istilah untuk sisa karkas yang dapat di makan tersebut (edible offal), Sedangkan yang tidak dapat di makan di sebut (inedible offal) Misalnya, tanduk, bulu, saluran kemih, dan bagian lain yang tidak dapat di makan.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Proses Pemotongan Sapi Potong, semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id