Riwayat Hidup Singkat Muhammad Abduh

 Riwayat Hidup Singkat Muhammad Abduh

 Riwayat Hidup Singkat Muhammad Abduh

 Riwayat Hidup Singkat Muhammad Abduh

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin ‘Abduh bin Hasan Khairullah. Lahir pada tahun 1894 M, di desa Mahallat Nars di kabupaten Buhairoh, Mesir. Ia termasuk golongan yang tidak kaya dan bukan tergolong bangsawan. Walaupun begitu, ayahnya dikenal sebagaiorang terhormat yang suka memberi pertolongan. Kekerasan yang diterapkan penguasa-peguasa Muhammad ‘Ali dalam memungut pajak menyebabkan penduduk pindah-pindah tempat untuk menghindarinya.[1]

Setelah selesai menghafal Qur’an, maka pada tahun 1862 M ia dikirim ke kota Tanta, untuk belajar ilmu-ilmu keislaman di sana, tetapi pelajaranya tidak berlangsung lama. Karena anjuran pamannya ia mau kembali ke Tanta pada tahun 1865 M dan pada tahun berikutnya ia pergi ke Kairo dan terus menuju ke masjid al-Azhar, untuk hidup sebagai seorang sufi.[2]

Pada tahun 1872 M, Syekh M. Abduh  berhubungan dengan Jamaluddin al-Afghani, untuk kemudian menjadi muridnya yang setia.[3] Setelah menyelesaikan studinya di Al-Azhar pada tahun 1877 dengan gelar “Alim”, Abduh mulai mengajar di Al-Azhar, kemudian di Dar Al-Ulum, dan di rumahnya. Pada tahun 1879 Abduh di usir dari kota Kairo karena dianggap ikut dalam pengadaan gerakan penentangan terhadap Khedewi Taufiq yang mana tuduhan itu pula terjadi Al-Afghani. Kemudia pada tahun 1880 beliau di perbolehkan  kembali ke ibukota, kemudian diangkat menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintahan Mesir Al-Waqa’I Al-Mishriyyah.Pada waktu itu kesadaran nasional Mesir mulai tampak dan di bawah pimpinan Abduh, surat kabar resmi itu memuat artikel-artikel tentang urgenitas nasional Mesir, di samping berita-berita resmi.

Setelah revolusi Urabi 1882 (yang berakhir dengan kegagalan), Abduh, ketika itu masih memimpin surat kabar Al-waqa’i, dituduh terlibat dalam revolusi besar tersebut sehingga pemerintah Mesir memutuskan untuk mengasingkannya selama tiga tahun dengan memberikan hak kepadanya untuk memilih tempat pengasingannya, dan Abduh memilih Suriah. Di Negeri ini, beliau menetap selama setahun. Kemudian beliau menyusul gurunya Al-Afghani yang ketika itu berada di Paris. Di sana mereka menerbitkan majalah al-Urwah al-Wusqa pada tahun 1884. Karya-karyanya yang di buat di surat kabar banyak menghendaki kebebasan berfikir dan modern. Pendapatnya mulai mengarah juga kepada para fuqaha yang masih memperselihkan masalah furuiyyah. Yang bertujuan mendirikan Pan-Islam menentang penjajahan Barat, khususnya Inggris. Tahun 1885, Abduh diutus oleh surat kabar tersebut ke Inggris untuk menemui tokoh-tokoh Negara itu yang bersimpati kepada rakyat Mesir. Tahun 1899, Abduh diangkat menjadi Mufti Mesir. Kedudukan tinggi itu dipegangnya sampai beliau menginggal dunia pada tahun 1905.[4]\

sumber :
https://wisatalembang.co.id/seva-mobil-bekas/