Rukun-Rukun Shalat Jenazah

Rukun-Rukun Shalat Jenazah

Rukun-Rukun Shalat Jenazah

Rukun-Rukun Shalat Jenazah
Rukun-Rukun Shalat Jenazah

sholat jenazah ini memiliki hukum fardhu kifayah yaitu apabila salah satu orang yang mengerjakannya maka 1kampung dinyatakan gugur kewajibannya tapi apabila tidak ada yang mengerjakannya maka 1kampung akan mendapatkan dosa.

Rukun-Rukun sholat jenazah

1.Niat

setiap amalan atau perbuatan diawali dengan niat , termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5).

Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Muttafaq Alaihi).

2.Berdiri bila mampu

maksud dari Birdiri bila mampu adalah apabila ada saudara kita ingin menyolati tapi dalam keaadan sakit atau lumpuh boleh dianjurkan untuk duduk

3.Takbir 4 kali

Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.

Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW

6. Doa Untuk Jenazah

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
“Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya.”
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

ألهمغفر له وارحمه وآفه وعفو عنه و أكرمنانزوله وا وسع مدخله وغسله بالماء وثلج والبرادي
“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.”

7. Doa Setelah Takbir Keempat

Misalnya doa yang berbunyi :
الهمة لا تحرمنا اجراه و لا تفتنا بعده وغفرلنا و له
“Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu..”

8. Salam

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/