Sebaik-baik Makna Fawatih Al-Suwari

Sebaik-baik Makna Fawatih Al-Suwari

Sebaik-baik Makna Fawatih Al-Suwari

Sebaik-baik Makna Fawatih Al-Suwari

            Disamping itu, ada lagi golongan-golongan yang ingin memasuki rumah dari pintunya sendiri. Dan inginmenjadi prang yang lebih tegas pendapatna dan lebih jelas tafsirannya dalam menerangkan maksud dari Fawatih Suwari ini.

            Mereka memperhatikan bahwa sebagian surat-surat Al-Qur’an dimulai dengan huruf-huruf ini, sebagaimana qasidah-qasidah dimulai dengan La ndan Bal. maka pada mula-mulanya mereka mengatakan bahwa huruf-huruf ini adalah pemuka surat yang Allah sendiri menetapkannya.  Pendapat ini adalah pendapat mujahid. Kemudian pendapat ini beralih kepada bidang yang luas, yaitu di ketika pembuka surat ini dipandang tanbihat, atau adat-adat tanbiat supaya lebih dapat mengetuk hati para pendengar.

            Al Khuwaiby mengatakan bahwasanya, kata-kata ini merupakan tanbih bagi Nabi. Mungkin pada suatu waktu Nabi berada dalam keadaan sibuk, maka Allah menyuruh kepada Jibril, diwaktu jibril turun kepada Nabi, supaya mengatakan Aif Lam Mim, supaya Nabi lebih dahulu mendengar suara itu, lalu Nabi memberikan perhatian kepada apa yang apa yang disampaikan kepadanya.

            Rasyid Ridha, Penyusun Tafsir Al Manar, memandang jauh dari kebenaran apa yang dikemukakan oleh Al Khuwaiby ini, beliau mengatakan bahwasanya Nabi selalu dalam keadaan sadar dan siap menanti kedatangan wahyu.

            Beliau berpendapat, bahwasanya tanbih ini, sebenarnya dihadapkan kepada orang-orang Musyrik di Makkah, kemudia kepada ahli kitab di Madinah.

Dan mereka satu sama lain, menganjurkan supaya tidak mendengar Al-Qur’an diwaktu Nabi membacanya, Allah pun berkehendak untuk menaraik perhatian mereka dan mendatangkan kepada mereka sesuatu yang mereka tidak ketahui yang menyebabkan mereka diam dan mendengar apa yang dibacakan. Yaitu menurunkan Al-Qur’an dengan memulai surat-suratnya dengan huruf-huruf ini. Maka apabila mereka mendengar huruf-huruf itu, mereka merasa heran dan menyuruh teman-temannya untuk mendengarkan apa yang akan dibacakan oleh Nabi. sesudah mereka memberikan perhatian, barulah dibacakan ayat-ayat selanjutnya. Dengan demikian, mereka dapat mengambil manfaat dari pa yang mereka dengar.

Makna ini telah dibayangkan oleh Az Zarkasyi dalam Al Burham, oleh As Suyuthy dalam Al Itqan dan jauh lebih dahulu oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir dalam tafsir-tafsirnya.[5]

Dan karena suatu kepentingan, dimulailah surat-surat yang diawali dengan huruf-huruf potongan dengan menyebut Al Kitab atau beberapa makna yang berhubungan dengan wahyu dan Nubuwah. Seperti dalam surat Maryam, Al Ankabut, Ar Rum, dan An Anun. Dan telah kita ketahui bahwasanya surat-surat ini adalahsurat-surat Makkiyah, selain Al Baqarah dan Ali Imran.

Surat-surat Makkiyah diturunkan untuk mengajak orang-orang Musyrik untuk mengakui kenabian dan wahyu.

baca juga