Sejarah Penemuan Emas

Sejarah Penemuan Emas

Sejarah Penemuan Emas

Sejarah Penemuan Emas
Sejarah Penemuan Emas

Emas adalah uang di Yunani kuno. Orang Yunani menaambang emas di seluruh wilayah Timur Tengah dan Mediterania pada tahun 550 SM, dan kedua ilmuan, Plato dan Aristoteles menulis tentang emas dan memiliki teori tentang asal-usulnya. Emas dikaitkan dengan air (logis, karena sebagian besar ditemukan di sungai), dan emas adalah kombinasi sangat padat dari air dan sinar matahari. Pada tahun 560 SM, koin-koin pertama terbuat dari emas murni telah digunakan di Lydia, sebuah kerajaan di Asia Minor di daerah Turki.

Ilmu mereka mungkin primitif

tetapi orang-orang Yunani banyak belajar tentang sisi praktis dari pertambangan emas. Pada saat kematian Alexander dari Makedonia (323 SM), orang Yunani telah menambang emas dari Pilar Hercules (Gibraltar) sepanjang jalan ke arah timur ke Asia Kecil dan Mesir, dan kami menemukan jejak tambang placer mereka pada waktu itu. Pada rentang 218 SM – 202 SM, selama perang Punic kedua dengan Carthage, Roma mendapatkan akses ke kawasan pertambangan emas Spanyol dan memisahkan emas melalui kerikil sungai dan pertambangan Hardrock.

Pada tahun 50 SM

Roma mulai mengeluarkan koin emas yang disebut dengan Aureus. Tulisan-tulisan dari setiap tahap sejarah manusia menceritakan penemuan dan penggunaan emas. Sejarawan Romawi Pliny the Elder (23-79 M), misalnya, menggambarkan lokasi pertambangan emas. Bangsa Romawi menemukannya ketika berbaring di tempat tidur dan melalui mimpi mereka mengetahui tempat-tempat penemuan emas, yaitu di Sungai Tagus di Spanyol, Sungai Po di Italia, Sungai Hebrus di Thracia (sekarang Yunani), Sungai Pactolus di Asia Kecil (sekarang Turki), dan Sungai Gangga di India.

Kemudian baru pada tahun 600 M – 699 M

kekaisaran Bizantium meresume pertambangan emas di pusat Eropa dan Perancis, yang merupakan wilayah yang tidak tersentuh sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi. Pada tahun 1700 M, emas ditemukan di Brazil yang menjadi produsen emas terbesar pada tahun 1720 M dengan hampir dua pertiga dari produksi dunia. pada tahun 1799 M 17-pon emas nugget ditemukan dalam Cabarrus Country, North Carolina, kemudian didokumentasikan emas yang pertama di Amerika Serikat. Lalu tidak lama kemudian, yaitu tahun 1803 M emas ditemukan di Meadow Creek Little Utara Carolina yang memicu penyerbuan emas pertama di Amerika Serikat. tahun 1848 M John Marshall menemukan serpihan emas ketika sedang membangun penggergajian untuk John Sutter di dekat Sacramento, California yang memicu penyelesaian Gold Rush California di Amerika Serikat. Beralih ke Afrika Selatan, yaitu pada tahun 1868 M George Harrison, saat menggali batu untuk membangun rumah, ia menemukan emas di Afrika Selatan, sejak saat itu, hampir 40% dari semua emas yang pernah ditambang.

Kemudian, pada tahun 1898 M

dua prospector menemukan emas ketika ia memancing di Klondike, Alaska, pemijahan emas pada abad terakhir. Selain itu, di Indonesia juga sitemukan tambang emas, bahkan tambang emas terbesar terletak di Indonesia, yaitu tambang Grasberg yang terletak di Papua, Indonesia. Sejak tahun 1995, lima dari tambang logam mulai memproduksi emas dan berlokasi di Indonesia Timur. Kelima lokasi tambang itu adalah Mesel (emas),  Lanut (emas), Gosowong (emas), Lerokis (emas/tembaga), dan Batu Hijau  (tembaga/emas). Proyek tambang emas di Indonesia adalah proyek Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Sumatera Utara. Proyek ini didirikan di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997.  Aset utama G-Resources saat ini adalah tambang Martabe yang memiliki sumberdaya 6,5 juta ounces emas dan 66 juta ounces perak.   Tambang Martabe ditargetkan mulai berproduksi akhir 2011 dengan kapasitas sebesar 250.000 ounces emas dan 2-3 juta ounces perak berbiaya rendah sebesar US$ 280 per ounces emas.

Begitulah penjelasan singkat mengenai Sejarah Penemuan Emas. Semoga informasi diatas dapat menjadi pengetahuan yang berguna bagi Sobat semua.

Baca juga artikel: