Seleksi Induk Matang Gonad

Seleksi Induk Matang Gonad

Induk yang matang gonad sangat mempengaruhi keberhasilan usaha pembenihan ikan koi. induk – induk koi ini berasal dari peminjaman petani – petani anggota unit usaha Sumber Rejeki. Adapula yang mendatangkan induk impor dari Singapura. Pada seleksi induk di Kelompok Tani Sumber Rejeki ini, tidak dipilih induk yang berwarna paling baik, namun dipilih induk yang sedang – sedang warnanya (tidak terlalu cerah dan tidak terlalu pucat). Menurut pembudidaya, induk yang paling baik, belum tentu warna keturunannya juga baik semua.  Tujuan lainnya adalah untuk semakin banyak mendapatkan  keturunan yang beraneka ragam dan lebih bervariasi.  Dalam 1 kali seleksi, diambil induk sebanyak 3 – 4 buah, yaitu 1 induk betina dan 2 atau 3 induk jantan yang telah matang gonad. Induk yang matang gonad ini kemudian akan diambil dari kolam pemeliharaan dan dicampur pada kolam pemijahan untuk mendapatkan keturunan.

Adapun ciri – ciri induk matang gonad adalah :

Induk jantan Induk betina
Umurnya lebih dari 1 tahun Umurnya lebih dari 2 tahun
Bobot 0,5 – 1,5 kg Bobot antara 2,0 – 4 kg
Bentuk tubuh pipih, perut tidak lebih besar dari kepala. Perut lebih besar dari kepala dan punggung.
Jika perut ditekan, akan mengeluarkan cairan sperma Jika perut ditekan, akan mengeluarkan ovum.
Gerakannya lincah. Gerakannya tidak terlalu lincah.
Tutup insangnya kasar Tutup insangnya halus

Proses Pemijahan

            Kolam yang digunakan untuk kegiatan pemijahan adalah kolam beton yang berada di pekarangan rumah. Kolam berukuran 1,5 m x 6 m ini disikat dan dibilas sampai bersih. Pencucian bak pemijahan ini tidak menggunakan desinfeksi apapun. Setelah dibilas hingga bersih, kolam dikeringkan selama 1 – 2 hari. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh bibit – bibit penyakit yang ada di dalam kolam. Ditambahkan pula oleh Khairruman (2000), pengeringan kolam dilakukan untuk mempercepat proses pemijahan. Selanjutnya kolam pemijahan ini diisi air hingga mencapai kedalaman 50 cm. Air ini berasal dari tandon yang ada di sekitar kolam pemijahan. Air yang digunakan untuk proses pemijahan meskipun demikian tidakdi treatment sama sekali. Air yang masuk ke dalam kolam ini adalah air yang relatif bersih dan jernih. Air diisikan pada pagi hari dan induk dimasukkan pada sore hari. Hal ini bertujan agar sinar matahari bisa masuk ke kolam pemijahan dan suhu kolam pemijahannya cukup tinggi agar mempercepat proses pemijahan. Setelah air diisi ke kolam pemijahan, diletakkan enceng gondok sebagai kakaban. Ini bertujuan agar kakaban tidak merusak sisik koi saat ikan melakukan pemijahan (dapat dilihat pada Gambar 7). Induk ini dimasukkan ke dalam kolam pemijahan dengan perbandingan 1 : 2 atau 1 : 3, yaitu 1 induk impor dari singapura. Hal ini bertujuan untuk semakin banyak mendapatkan  keturunan yang beraneka ragam dan lebih bervariasi. Induk yang matang gonad ini kemudian akan diambil dari kolam pemeliharaan dan dicampur pada kolam pemijahan untuk mendapatkan keturunan.  Jika induk yang dimasukkan ke dalam kolam pemijahan belum matang gonad, maka tidak akan dihasilkan keturunan, dan proses pembenihan akan gagal. Untuk perbandingan induk 1 : 3, 1 induk betina dan 3 induk jantan diberikan enceng gondok sebanyak 25 buah. Posisi enceng gondoknya adalah dengan kondisi akar yang tenggelam di dalam air, agar telur ikan koi dapat menempel dengan baik pada akar – akar enceng gondok ini. Induk yang telah dipilih kemudian dimasukkan ke dalam kolam pemijahan pada sore hari, antara pukul 16.00-17.00, saat kondisi udara sejuk (tidak terlalu panas) dan biasanya induk akan memijah pada saat maghrib atau menjelang tengah malam (antara pukul 22 malam) hingga fajar (sekitar pukul 4 sampai 5 pagi). Sejak induk dimasukkan ke dalam kolam pemijahan, induk jantan akan langsung mengejar-ngejar dan menempelkan badannya pada induk betina. Induk betina yang memiliki respons baik, saat pemijahan akan berenang ke arah kakaban sambil melepaskan telurnya, lalu diikuti induk jantan di belakangnya sembari mengeluarkan sperma. Telur yang keluar tadi akan menempel pada kakaban. Kejar-kejaran ini berlangsung terus hingga pemijahan selesai, sekitar pukul 4 sampai 5 pagi. Induk yang selesai memijah akan berhenti berkejar-kejaran dan berenang ke tepi kolam. Kolam akan berbau amis hasil dari pemijahan. Perut induk betina juga akan terlihat mengempis.

https://haciati.co/