Spesialisasi Sosiologi

Spesialisasi Sosiologi

Spesialisasi Sosiologi

Spesialisasi Sosiologi
Spesialisasi Sosiologi

 

Sosiologi menaruh minat pada studi tentang perilaku manusia dalam masyarakat.Namun demikian ,para sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiolog ini.Ada yang tertarik untuk mengupas tentang perilaku manusia yang menyimpang (sosiologi kriminal) atau ada juga yang tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat (sosiologi politik). Ketertarikan yang berbeda-beda tersebut menumbuhkan berbagai spesialisasi dan sub-sub ilmu dalam sosiologi.Sedikitnya ada sekitar 50 spesialisasi dan sub ilmu dalam sosiologi. Sebagai contoh, dalam sosiologi  Keluarga dan Pernikahan terdapat subspesialisasi. Seperti studi Sejarah Sosial Pernikahan dan Keluarga, Pernikahan dan Keluarga di masyarakat yang berbeda, Demografi pernikahan dan keluarga,Problem Keluarga serta tentang anak-anak.
Beberapa Ide Mendasar dalam Sosiologi diantaranya :
Masyarakat dan social setting lainnya seperti nilai dan norma sosial adalah hasil karya atau produk manusia. Dalam buku The Social Construction of Reality (Peter L.Berger dan Thomas Luckman) mengungkapkan bahwa masyarakat sebagai kenyataan objektif adalah produk manusia.Manusia dengan segala dinamikanya adalah pembentuk masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, masyarakat dimana manusia-manusia berada, nilai dan aturan-aturan sosial yang menuntun mereka semuanya adalah produk dan buatan manusia.
Sebagai gambaran,Arief Budiman memberikan contoh.Pada zaman dulu, dalam masyarakat kita terdapat larangan menggunting kuku dimalam hari karena dianggap tabu. Larangan ini adalah buatan manusia-manusia dizaman itu.Ketika itu, masyarakat belum memiliki penerangan yang memadai. Untuk menghindari kecelakaan akbat menggunting kuku dalam keadaan penerangan yang tidak cukup, manusia-manusia menciptakan larangan itu disertai dengan “cap” tabu. Larangan ini tentu tidak sesuai untuk manusia zaman sekarang. Manusia pun tidak menggunakan lagi norma tersebut.
Contoh lain,di Amerika Serikat pada pertengahan abad ke19, hak asuh anak pada keluarga yang bercerai diberikan kepada sang suami.Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa anak adalah milik keluarga pria(suami). Namun pada pertengahan tahun 1800an, terjadi perubahan dimana hak asuh anak yang masih menyusui diberikan kepada sang istri sampai anak tersebutsudah cukup mandiri untuk diserahkan kepada sang suami. Hal ini didasarkan pada argumen bahwa anak-anak tersebut masih sangat membutuhkan ibunya. Pada perkembangan selanjutnya, terjadi pergeseran dimana sang istri diberi hak asuh penuh terhadap anak karena anak dianggap lebih baik diasuh oleh ibu daripada ayahnya. Namun, dalam dua dekade terakhir, argumen ini mulai dipertanyakan.Berbagai orang mulai mempertimbangkan untuk membagi hak asuh anak antara suami dan istri. Pertimbangan ini kemudian mempengaruhi keputusan para hakim dalam banyak kasus.Para hakim memutuskan untuk memberikan hak asuh anak baik kepada sang suami maupun sang istri.
Dari contoh diatas terlihat bahwa segala perubahan yang terjadi dalam masyarakat adalah karena aktivitas manusia.Sosiologi menaruh perhatian pada usaha-usaha individu baik dahulu maupun sekarang dalam mendukung atau mengubah masyarakatnya.

Baca Juga :