Tata cara Shalat Witir 3 rakaat

Tata cara Shalat Witir 3 rakaat

Tata cara Shalat Witir 3 rakaat

Tata cara Shalat Witir 3 rakaat
Tata cara Shalat Witir 3 rakaat

Pengertian Shalat Witir

yakni shalat sunat yang dikerjakan di malam har dan jumlah raka’atnya ganjil. Makara sanggup saja shalat witir itu dikerjakan sebanyak satu raka’at, atau tiga , lima, dan seterusnya. Shalat witir ialah penggalan dari qiyamul lail (Shalat malam), karena qiyamul lail itu terdiri dari 2 macam shalat, yaitu tahajjud (yang kita kenal berjumlah 8 raka’at) dan witir (biasanya 3 raka’at).
Istilah qiyamul lail itu bila di bulan Ramadhan berganti menjadi shalat Tarawih. Maka itu shalat Tarawih juga terdiri dari 2 macam shalat sebagaimana sehabis disebutkan diatas.
Yang menjadi permasalahan yang akan kita bahas yakni bagaimana cara mengerjakan witir bila 3 raka’at? Apakah dengan cara 2 kali salam (yakni 3 raka’at dipecah 2 raka’at kemudian salam dan 1 raka’at salam) atau dikerjakan cukup dengan 1kali salam.

Tata Cara Sholat Witir

Hadis pertama

Aisyah radhiallahu ‘anha menandakan wacana shalatnya Rasul di bulan Ramadhan
“Rasul tidak ernah shalat malam lebih dari 11 raka’at, baik di bulan Ramadhan, yaitu dia shalat 4 raka’at, maka tidakboleh engkau tanya wacana elok dan usang shalatnya kemudian dia shalat 4 raka’at lagi, maka tidakboleh engkau tanya wacana elok dan usang shalatnya, kemudian dia shalat witir 3 raka’at.” (Hr. Bukhori 2/47, Muslim 2/166)
Penjelasan :
Perkataan Aisyah, “beliau shalat 4 raka’at”, ini menyampaikan Nabi melaksanakan 4 raka’at tersebut dengan sekali salam. Sisi pendalilnya ialah karena sedudah perkataan tersebut, Aisyah menyampaikan : tsumma yang artinya kemudian
Demikian juga perkataan Aisyah, “Tsumma/kemudian dia shalat witir 3 raka’at, ini berarti witir 3 raka’at itu dikerjakan dengan sekali salam. Jika yang dimaksud tidak demikian, sudah barang tentu Aisyah akan menerangkannya, Tentunya bagi yang mmengerti bahasa, akan simpel menangkap dan memahami perkataan Aisyah di atas.
Hal ini makin terang kalau kita perhatikan perkataan Aisyah bahwa Nabi shalat 4 raka’at, itu enunjukkan bahwa Nabi mengerjakannya dengan satu kali salam, tentunya witir 3 raka’at juga dengan sekali salam.

Baca Juga: Ayat Kursi

Hadis Kedua

Dari Abu Ayyub, ai berkata, sudah bersabda Rasulullah, “Witir itu yakni haq, maka bagi yang mau witir dengan 5 raka’at maka kerjakanlah, dan bagi yang mau witir dengan 3 raka’at maka kerjakanlah, dan bagi yang mau witir dengan 1 raka’at maka kerjakanlah.” (Hr. Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah, dan Nasa’i)
Penjelasan :
Bahwa witir itu yakni haq, maksudnya ialah sesuatu yang dihentikan diabaikan. Ini menyampaikan bahwa shalat witir itu sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Boleh witir dengan 5, 3, atau 1 raka’at, yang dikerjakan dengan satu kali salam dan satu tahiyat.

Hadis Ketiga

Dari Ubay Bin Ka’ab, ia berkata :
“Sesungghnya Nabi biasa membaca dalam shalat witir: Sabbihis marobbikal a’la (di raka’at pertama -red), kemudian di raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan pada raka’at di raka’at ketiga: Qul huwallaahu ahad, dan dia tidak salam kecuali di raka’at yang terakhir.” (Hr. Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)
Penjelasan :
Perkataan Ubay Bin Ka’ab, “dan dia tidak salam kecuali di raka’at yang akhir”, terang ini menyampaikan bahwa tiga raka’at shalat witir yang dikerjakan nabi itu dengan satu kali salam.

Hadis Keempat

Dari Abu Hurairah, dari Nabi, dia bersabda,
“Janganlah engkau witir dengan 3 raka’at, tetapi witirlah dengan 5 raka’at atau 7 raka’at, dan tidakbolehlah engkau menyamakannya dengan shalat Maghrib.” (Hr. Daruquthni)

Penjelasan

Dari keempat hadis yang sudah dibawakan di atas, sanggup kita pahami bahwa nabi pernah witir dengan 3 raka’at, dan dia juga memerintahkannya.
Sabda Nabi, “Janganlah engkau witir dengan 3 raka’at”, .maka maksud dari larangan ini sudah dijelaskan sendiri oleh nabi pada penggalan simpulan hadis, yaitu: “anganlah engkau menyamakan-Nya dengan shalat maghrib.
Tata cara pengerjaan witir yang 3 raka’at itu haruslah tidak sama dengan shalat maghrib spesialuntuk sanggup dilakukan dengan 2 cara, yaitu: Pertama, Memecah witir 3 raka’at menjadi 2 kali salam (2 dan 1 raka’at); Kedua, Tiga raka’at penuh dengan sekali salam dan tanpa tasyahud awal.

Namun demikian, tidaklah tepat membedakan witir dengan shalat maghrib itu dengan cara memecah witir dengan shalat maghrib itu dengan cara memecah witir yang 3 raka’at menjadi 2 kali salam. Sebab pendapat ini tidak didukung dalil dari nabi, selain itu hadis pertama hingga hadis pertama hingga hadis keempat ini sangat tegas menyampaikan bahwa watir 3 raka’at dilakukan dengan spesialuntuk satu kali salam, dan inilah yang terbaik, karena ini ialah amalan Rasulullah.
Adapun dalil yang digunakan oleh mereka yang membolehkan witir 3 raka’at dengan 2 kali salamm, yaitu dengan hadis bahwa shalat malam itu dikerjakan dua raka’at dua reka’at (maksudnya setiap 2 rakaat salam, maka cara pendalilan ini tidak tepat karena dalilnya bersifat uum. Padahal dalil-dalil wacana shalat witir yakni sudah ada, terang dan tegas tiruananya dengan satu kali salam, yakni di raka’at terakhir, baik itu witir 1 raka’at, 3, 5, dan seterusnya. Dalam kasus ini, dalil umum harus ditinggalkan karena sudah ada dalil yang bersifat khusus.
melaluiataubersamaini demikian biar shalat witir itu tidak sama dengan shalat Maghrib, maka witir 3 raka’at dilakukan satu kali salam dan tanpa tasyahud awal (dengan kata lain cukuplah dengan satu tasyahud di simpulan raka’at saja), karena shalat Maghrib dilakukan dengan 2 tasyahud.
Sholat witir hukumnya sunnah muakkadah. Shalat witir disunnahkan setiap hari dan tidak spesialuntuk pada bulan Ramadhan. Witir artinya ganjil. Maka jumlah raka’atnya minuman satu raka’a dan maksimum 11 raka’at. Yang paling tepat yakni 3 raka’at. Bila melaksanakan witir lebih tiga raka’at, maka dilakukan setiap dua raka’at salam dan ditutup dengan satu rakaat. Bila melaksanakan tiga raka’at boleh dilakukan eksklusif raka’at menyerupai sholat maghri. Tetapi sebagian ulama melihat bahwa dipisah lebih utama, yaitu dua raka’at salam kemudian satu raka’at, karena ada hadist yang menyampaikan “Janganlah menyamakan witirmu dengan maghrib”.
Hadis tersebut diriwayatkan oleh baihaqy dan dia berkata rawinya sanggup dipercaya. Akan tetapi 3 rakaat berturut-turut lebih utama dibandingkan spesialuntuk satu rakaat.
Menurut Qadii Abu tayyib menyampaikan bahwa witir satu rakaat hukumnya makruh, tentu ini berperihalan dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang menyampaikan “Barang siapa yang ingin witir 3 rakaat silahkan dan barang siapa yang ingin witir 1 rakaat silahkan”.