Tenaga Honorer akan Dihapus, Begini Tanggapan Guru Honorer di Tegal

Tenaga Honorer akan Dihapus, Begini Tanggapan Guru Honorer di Tegal

Tenaga Honorer akan Dihapus, Begini Tanggapan Guru Honorer di Tegal

Tenaga Honorer akan Dihapus, Begini Tanggapan Guru Honorer di Tegal
Tenaga Honorer akan Dihapus, Begini Tanggapan Guru Honorer di Tegal

Pemerintah dan DPR sepakat akan menghapus tenaga honorer di lingkungan instansi pemerintah.

Salah satu tenaga honorer yang selama ini menjadi sorotan adalah guru honorer.
Wacana itu ditanggapi dingin oleh para guru honorer di daerah, terutama di Kota dan Kabupaten Tegal. Mereka sudah ada yang mengetahui rencana penghapusan itu ada juga yang belum.
“Kalau honorer guru mau di hapus ya silakan. Saya tidak mau ambil pusing. Tujuan kami dalam menjadi guru itu mengajar, mendidik anak-anak,” ucapnya Eko Waluyo Guru Honorer SMP 5 Bumijawa saat di hubungi PanturaPost, Kamis (23/1/2020).

Eko mengaku yakin, kalau tenaga honorer dihapus, pemerintah pasti punya kebijakan lain.

Karena jika tidak, maka banyak sekolah yang lumpuh jika tanpa dibantu honorer.
“Di setiap sekolah negri itu pasti ada guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengajar. Kalau saya sendiri sudah mengajar sejak tahun 2009, sampai sekarang masih jadi guru honorer,” katanya.

Sementara itu, Sigit Tri Prasetyo Guru SMP Negeri 1 Kota Tegal, mengatakan jika tenaga honorer dihapus

, maka harus diiringi dengan solusi juga. Karena keberadaan guru honorer di sekolah-sekolah negeri masih sangat dibutuhkan.
“Bahkan tidak sedikit dari kami yang diberikan tugas tambahan selain mengajar. Bisa dikatakan kalau enggak ada guru honorer, sekolah juga kekurangan tenaga pengajar. Mungkin solusinya, jika tenaga honorer dihilangkan, statusnya bisa menjadi pegawai daerah,” ucapnya saat di temui di sekolah usai mengajar.
Ungkapkan yang sama juga disampaikan Guru Honorer SD di Slawi, Januar Yudhanto. Pria yang mengabdikan diri selama bertahun-tahun menjadi guru honorer itu mengatakan, jika pemerintah mengesahkan penghapusan guru honorer, maka akan ada perubahan pola mengajar di sekolah-sekolah.
ADVERTISEMENT
“Kami guru honorer hanya bisa berharap kepada pemerintah agar membuka mata hati dan melihat pengabdian kami. Coba Anda semua yang membuat peraturan tersebut, 1 bulan saja, diposisikan menjadi kami, pasti tahu apa yang kami rasakan,” pungkasnya

 

Baca Juga :