Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Potong (Lembu)

Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Potong (Lembu)

Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Potong (Lembu)

Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Potong (Lembu)
Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Potong (Lembu)

Kebanyakan sapi ternak (Lembu potong) merupakan keturunan dari jenis liar yang di kenal sebagai (Auerochse atau Urochse) Yang di baca auerokse bahasa jerman berarti sapi kuno, Nama ilmiah (Bos primigenius) Yang telah punah di Eropa sejak tahun 1627. Namun demikian terdapat beberapa spesies sapi liar yang keturunanya disomestikasi, Termasuk sapi bali yang juga di ternakkan di indonesia.

Sanitasi Dan Tindakan Preventif

Pada pemeliharaan secara intensif Sapi-sapi di kandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya. Sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasanya sulit di lakukan karena Sapi-sapi yang di pelihara di biarkan hidup Bebas.

Pemberian pakan

Pada umumnya setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, Sedang menyusui, Dan supaya tidak jenuh, memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitas. Pemberian pakan dapat di lakukan dengan 3 cara Yaitu : Penggembalaan (Pasture fattening), Kereman (dry lotfaatening) Dan kombinasi cara pertama dan yang kedua.

Penggembalaan di lakukan dengan melepas Sapi-sapi di padang rumput, yang biasnya di lakukan di daerah yang mempunyai tempat pengembalaan cukup luas. Juga memerlukan waktu sekitar (5 – 7 Jam per hari) Dengan cara ini maka tidak memerlukan ransum tambahan pakan penguat, Karena sapi telah memakan bermacam-macam jenis rumput.

Pakan dapat di berikan dengan cara di jatah/di suguhkan yang di kenal dengan istilah kereman. Sapi-sapi yang di kandangkan dan pakan di peroleh dari ladang, sawah dan tempat yang lainya. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badanya dan juga pakan tambahan 1% – 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa gaplek, ampas tahu, Yang di berikan denan cara dicampurkan dalam rumput di tempat pakan. Selain itu juga dapat di tambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini di kenal dengan istilah (Ransum).

Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman. Menurut keadaanya jenis hijauan di bagi menjadi 3 katagori, Yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah : Rumput-rumputan, Kacang-kacangan, (legu minosa) Dan tanaman hujau lainya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah : Rumput gajah, rumput raja, (King grass), daun turi, dan daun lamtoro.

Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja di keringkan dengan tujuan agar tahan di simpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah : jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, Dan sebagainya. Yang biasa di gunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banayak mengandung serat kasar.

Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase, Secara singkat pembuatan silase tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut ini : Hijauan yang akan di buat silase di tutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hal dari proses inilah yang si sebut silase. Contoh silase yang telah Memasyarakat antara lain, silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dan silase yang lainnya.

Pemeliharaan Kandang

Kotoran di timbun pada tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+ 1 – 2 Minggu) Dan berubah menjadi pupuk kandang yang telah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (Agak terbuka) agar sirkulasi udara di dalam kandang berjalan lancar.

Air minum yang bersih haruslah tersedia di setiap saat, Dan tempat pakan dan minum sebainya di buat di luar kandang tetaapi masih di bawah atap. Tempat pakan di buat agak tinggi agar pakan di berikan tidak di Injak-injak atau bercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya di buat permanen berupa semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai. Sediakan juga peralatan untuk memandikan sapi tersebut.

Panen

1 Hasil Utama : Hasil utama dari budidaya sapi potong adalah dagingnya.
2. Hasil tambahan : Selain daging yang menjadi hasil budidaya, Kulit dan kotoranya juga sebagai hasil tambahan dari budidaya sapi potong.

Pasca Panen

1. Stoving : Ada beberapa prinsip teknis yang harus di perhatikan dalam pemotongan sapi agar diperoleh hasil pemotongan yang baik, Yaitu :

1. Ternak sapi harus di istirahatkan sebelum pemotongan.
2. Ternak sapi harus bersih, Bebas dari tanah dan kotoran lain yang dapat mencemari daging.
3. Pemotongan ternak haruslah di lakukan secepat mungkin, Dan rasa sakit yang di derita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar secara tuntas.
4. Semua proses yang di lakukan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis (Mikroorganisme) pencemar seminimal mungkin.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id