Tujuan Aktivitas Rekrutmen

Tujuan Aktivitas Rekrutmen

Tujuan utama rekrutmen adalah menemukan pelamar- pelamar berkualifikasi yang akan tetap bersama perusahaan dengan biaya yang paling sedikit. Tujuan lainnya adalah upaya rekrutmen hendaknya mempunyai efek luberan (spilover effects), yakni citra umum organisasi harus menanjak, dan bahkan pelamar yang gagal haruslah mempunyai kesan positif terhadap perusahaan dan produk- produknya.

Landasan program rekrutmen yang baik mencakup faktor – faktor berikut :

  1. Program rekrutmen memikat banyak pelamar yang memenuhi syarat.
  2. Program rekrutmen tidak pernah mengkompromikan standar seleksi.
  3. Berlangsung atas dasar yang berkesinambungan.
  4. Program rekrutmen itu kreatif, imaginatif, dan inovatif.
  1. Kendala Rekrutmen

Perekrut yang sukses harus peka terhadap kendala rekrutmen. Kendala ini muncul dari organisasi perekrut, dan lingkungan eksternal. Kendala yang lazim dijumpai dalam rekrutmen meliputi :

  • Karakteristik Organisasi, mempengaruhi desain dan impementasi sistem rekrutmen. Organisasi yang mengecilkan arti promosi dari dalam hierarki haruslah lebih bergantung pada iklan, penggunaan agen tenag kerja, dan perekrutan dari kampus sebagai jalur untuk mengembangkan kelompok pelamar.
  • Citra Organisasi, positif ataupun negatif, buruk ataupun baik, akan mempengaruhi persepsi pelamar kerja. Perusahaan yang mempunyai citra sangat positif di kalangan pelamar tidak akan mengalami kesulitan dalam mengumpulkan banyak calon pelamar. Semakin besar organisasi, kian tinggi pula kemungkinannya mempunyai citra yang berkembang dengan baik/mapan.
  • Kebijakan Organisasional, ketentuan umum yang memberikan kerangka acuan bagi pengambil keputusan. Kebijakan organisional digunakn untuk mencapai keseragaman, keekonomisan, faedah humas, dan tujun lainnya yang mungkin saja tidak berkaitan dengan perekrutan.
  • Kebiasaan Perekrut, kesuksesan perekrut di masa lalu dapat berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan dapat menghilangkan keputusan yang memakan waktu yang membuahkan jawaban yang sama. Sekalipun demikian, kebiasaan dapat pula meneruskan kesalahan di masa lalu atu menghindari alternatif yang lebih efektif.
  • Kondisi Eksternal, kondisi pasar tenaga kerja merupakan faktor utama dalam lingkungan eksternal yang mempegaruhi penarikan. Selama periode lapangan kerja penuh (full employment), rekrutmen yang cekatan dan melelahkan barangkali deperlukan untuk memikat setiap pelamar yang memenuhi pengharapan perusahaan.
  • Daya Tarik Pekerjaan, setiap pekerjaan yang dianggap membosankan, berbahaya, menimbulkan kegelisahan, bergaji rendah, atau tidak memiliki potensi promosi jarang yang mampu memikat banyak pelamar.
  • Persyaratan Pekerjaan, Perusahaan menawarkan sebuah pekerjaan dengan imbalan dan persyaratan tertentu, dan memiliki ekspetasi tertentu pula mengenai tipe orang- orang yang sedang di cari.
  1. Menentukan Kualifikasi Pelamar

Ada dua dimensi yang penting dalam hal ini, kemampuan dan motivasi. Kemampuan (ability) mengacu kepada kecocokan antara persyaratan pekerjaan dengan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan si pelamar. Motivasi (motivation) merujuk kepada kecocokan antara karakteristik pekerjaan dengan kepribadian, minat, dan keinginan si pelamar. Motivasi pad akhirnya merupakan keputusan internal.

Sumber ;

https://belinda-carlisle.com/instagram-stories-tersambung-ke-facebook-stories/